Wina Kembali Menjadi Kota Paling Layak Huni di Dunia

Raka Lestari    •    Senin, 26 Mar 2018 11:52 WIB
austria
Wina Kembali Menjadi Kota Paling Layak Huni di Dunia
Sebuah survei terhadap 231 kota yang menilai stabilitas politik, perawatan kesehatan, pendidikan, kejahatan, rekreasi dan transportasi, kembali memberikan gelar untuk Wina sebagai juara. (Foto: Jacek Dylag/Unsplash.com)

Jakarta: Ibukota Austria, yaitu Wina, kembali berhasil meraih juara pertama untuk kategori kota yang paling layak huni.

Sebuah survei terhadap 231 kota yang menilai stabilitas politik, perawatan kesehatan, pendidikan, kejahatan, rekreasi dan transportasi, kembali memberikan gelar untuk Wina sebagai juara.

Benua Eropa memiliki delapan kota yang masuk ke dalam daftar 10 besar, dengan Swiss dan Jerman yang berhasil memasukkan tiga kota pada sepuluh besar kota layak huni, menurut survei dari perusahaan konsultan HR Mercer. 

Tidak ada yang bisa mengalahkan kampung halaman Freud itu selama 9 tahun berturut-turut, mungkin karena perawatan kesehatan, kota budaya, dan fasilitas perumahan yang baik di sana. 

Mercer mengatakan bahwa kota berpenduduk 1,8 juta orang itu mendapatkan nilai sangat tinggi karena menyediakan para ekspatriat dengan keamanan yang tinggi, transportasi umum yang terstruktur dengan baik, dan berbagai fasilitas budaya dan rekreasi. 


(Ibukota Austria, yaitu Wina, kembali berhasil meraih juara pertama untuk kategori kota yang paling layak huni. Foto: Jacek Dylag/Unsplash.com)

(Baca juga: Poco-Poco Menggoyang Wina Austria)

"Zürich, Swiss menempati posisi kedua, sementara Munich melompat ke posisi keempat karena seiring waktu, kota ini telah melakukan upaya untuk menarik bakat di bidang kesenian dan bisnis dengan terus berinvestasi dalam infrastruktur berteknologi tinggi dan mempromosikan fasilitas budayanya," kata Mercer.

Auckland di Selandia Baru berada di posisi ketiga, sementara Baghdad di Irak terpilih sebagai kota terburuk ketiga di dunia. Sedangkan Melbourne, yang sering dipuji karena kualitas hidupnya hanya berhasil menduduki peringkat ke-15, bersama dengan Toronto di Kanada pada posisi yang sama. 

Survei ini dilakukan setiap tahun untuk membantu perusahaan dan organisasi mencari tahu berapa biaya kompensasi dan tunjangan uang saku bagi para pekerja yang ditugaskan ke luar negeri. 







(TIN)