Dukung Destinasi Wisata Bali Baru, Accor Perluas Jaringan

Fajar Nugraha    •    Selasa, 10 Apr 2018 16:39 WIB
pariwisata indonesia
Dukung Destinasi Wisata Bali Baru, Accor Perluas Jaringan
AccorHotels siap mengembangkan bisnisnya lebih luas, termasuk di destinasi Bali Baru (Foto: ttgasia)

Jakarta: Pemerintah Indonesia sedang fokus pada pengembangan destinasi wisata prioritas atau disebut Bali Baru. Fokus ini juga diperhatikan oleh AccorHotels yang siap mengembangkan bisnisnya lebih luas, termasuk di destinasi Bali Baru, seperti Mandalika di Lombok dan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

Program ini sekaligus untuk mencapai target proyek pengembangan 94 pipeline.

Chief Operationg Officer wilayah Indonesia, Malaysia, dan Singapura AccorHotel, Garth Simmons mengatakan bahwa perusahan yang berbasis di Paris, Prancis, itu dalam jalur tepat untuk membuka 200 hotel di Indonesia hingga 2020. 

"Kami melihat pentingnya destinasi wisata baru selain Bali dan mendukung fokus pemerintah mengembangkan 10 destinasi wisata baru," ujar Simmons saat bertemu dengan awak media.

Untuk saat ini, AccorHotels mengoperasikan 115 hotels dan lebih dari 23 ribu kamar di 36 kota Indonesia. Sebagian besar dari hotel itu berlokasi di pusat bisnis dan kota-kota pariwisata.

Wakil Presiden pengembangan wilayah Indonesia dan dan Malaysia AccorHotels, Rio Kondo, mengatakan bahwa Jakarta menjadi penampung terbesar dari properti jaringan hotel itu.

"Di Jakarta kami mengoperasikan 32 hotel (lebih dari 3.000 kamar) dan 15 jaringan hotel kecil lainnya (pipeline). Bali berada di tempat kedua dengan 21 hotel (lebih dari 2.000 kamar) dan 10 properti lain. Di Jawa Tengah kami mengoperasikan 12 hotel (2.000 kamar) dan akan mengembangkan sembilan lainnya," jelas Rio, seperti dikutip TTGAsia, Selasa, 9 April 2018.

Selain itu, AccorHotels juga mengembangkan Pullman Mandalika dengan dilengkapi 251 kamar yang disertai akses langsung ke pantai. Hotel ini menurut Rio ditargetkan akan dibuka pada 2021. Sementara, pengembangan hotel Mercure Komodoa Labuan Bajo yang berada di atas bukit (dilengkapi 200 kamar) dijadwalkan dibuka pada 2020.

Wilayah Sumatera juga menjadi incaran pengembangan AccorHotels yang kini sudah 25 tahun beroperasi di Indonesia. Untuk pertama kalinya AccorHotels menandatangani pembangunan hotel pertama di Bengkulu. Kemudian, jaringan hotel itu juga mengambil alih manajemen Nexa Hotels di Bandung yang sebelumnya dimiliki oleh Telkom Indonesia. 

"Untuk sekarang, kami melakukan pembicaraan untuk membuka hotel di Tanjung Kelayang (Belitung), Borobudur (Jawa Tengah), Danau Toba (Sumatera Utara), dan Kepulauan Seribu," imbuh Rio.

Proyek penting lainnya yang akan dikembangkan termasuk hotel Pullman Ciawa Vimala Hills di Ciawi, Jawa Barat dengan 236 kamar. Hotel ini dijadwalkan untuk dibuka pada Desember 2018. 
Kemudian ada pula Grand Mercure Surabaya dengan 241 kamar serta Ciwagura Botanica Bandung-MGallery yang dilengkapi 165 kamar. Kedua hotel itu akan dibuka pada 2019.

"Kami juga akan membuka Novotel Suites, sebuah konsep apartemen yang diperuntukkan menginap jangka panjang di Malioboro, Yogyakarta. Diperkirakan proyek 290 kamar ini akan dibuka pada kuartal empat 2018," kata dia.

Tidak hanya proyek-proyek di atas, AccorHotels akan terus mengembangkan hotel yang baru saja dibeli dan juga bisnis baru di Indonesia termasuk Swissôtel, Mama Shelter dan 25 Hours Hotel.


(DEV)