Pemerintah Rancang Wisata Malam di Pantai Selatan Yogyakarta

Ahmad Mustaqim    •    Kamis, 01 Feb 2018 11:56 WIB
wisata jawa tengah
Pemerintah Rancang Wisata Malam di Pantai Selatan Yogyakarta
Potensi wisata malam di tepi pantai selatan masih direncanakan. Rencana pembuatan wisata malam yang serupa di Pulau Dewata Bali itu masih perlu penataan terlebih dahulu. (Foto: Timo Wagner/Unsplash.com)

Yogyakarta: Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merencanakan adanya wisata malam di pesisir pantai selatan. Wisata itu bisa berwujud kegiatan hiburan dan kuliner. 

Kepala Dinas Pariwisata DIY, Aris Riyanta mengatakan ada sejumlah potensi yang bisa dikembangkan di pantai selatan Yogyakarta. Ia mencontohkan salah satunya laguna di Pantai Depok, Bantul. 

Selain itu, bisa pula wisata malam diadakan di Pantai Parangtritis Bantul. Menurutnya, wisata malam dan kuliner tidak bertentangan dengan budaya setempat. 

"Yang bertentangan itu hal-hal yang fasilitasi tak sesuai norma kesusilaan maupun adat
Kulinari juga bagus," kata Aris di Yogyakarta pada Minggu, 28 Januari 2018 lalu. 

Ia menjelaskan, rencana pembuatan wisata malam serupa di Pulau Dewata Bali itu masih perlu penataan lebih dulu. Mulai dari kios agar tertata rapi dan parkiran yang baik. 

(Baca juga: 3 Pantai Terindah di Indonesia yang Wajib Kamu Kunjungi)


(Potensi wisata malam di tepi pantai selatan masih direncanakan. Rencana pembuatan wisata malam yang serupa di Pulau Dewata Bali itu masih perlu penataan terlebih dahulu. Foto: Tito Rebellious/Unsplash.com)

Selain Bantul, lanjutnya, potensi wisata malam juga bida dikembangkan di pantai selatan Gunungkidul. Namun, semua hal itu perlu di sosialisasikan lebih dahulu ke masyarakat agar bisa berfungsi optimal jika sudah beroperasi. 

"Apalagi kalau JJLS (jalur jalan lintas selatan) sudah jadi, ini bisa sangat membantu. JJLS jadi wisata yang menarik banget. Belum ada kan wisata malam di pantai sambil makan-makan," kata dia. 

Ia menambahkan, pemerintah kebupaten setempat harus bisa menjadi terdepan dalam mewujudkan rencana itu. Menurut dia, pemerintah kabupaten bisa bekerja sama dengan penginapan untuk bisa mendukung rencana itu. 

"Jika ingin menciptakan kegiatan (wisata) malam mereka (pemerintah setempat) harus jadi anchor-nya. Aspek perwujudan harus bekerja sama dengan kementerian juga," jelasnya. 

Dihubungi terpisah, Plt Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto mengungkapkan sudah ada tahapan diskusi untuk rencana itu. Pihaknya akan menawarkan lebih dulu konsep ke masyarakat sekitar kawasan wisata. 

Pada prinsipnya, kata dia, wisata malam yang digagas tidak boleh melanggar norma dan budaya masyarakat setempat. "Kami masih diskusi konsep untuk 2019 atau 2020," ucapnya. 










(TIN)