Tips Mengemas Barang saat Berlibur untuk Generasi Milenial

Raka Lestari    •    Senin, 17 Dec 2018 19:44 WIB
wisata
Tips Mengemas Barang saat Berlibur untuk Generasi Milenial
Ilustrasi (Foto: Guilherme Stacanella/Unsplash.com)

Jakarta: Salah satu kegiatan yang identik dengan generasi millenial adalah berlibur. Dan, demi bisa menampilkan gambar-gambar yang terbaik ketika sedang berlibur, tak jarang para generasi millenial ini membawa banyak perlengkapan yang justru tak dibutuhkan.

Tapi ada saja yang membuat mereka merasa barang-barang itu berguna. Sehingga mau tak mau harus mereka bawa. Untuk itu, bagi yang ingin berlibur terutama para generasi millenial bisa mengetahui cara mengemas barang-barang yang ingin dibawa saat berlibur. 

"Karena anak millenial sekarang tujuannya mau foto-foto, sehingga susah untuk dibikin travel light kan? Karena dia bajunya harus ganti-ganti kan, misalnya harus bawa selendang lah, segala macam barang dibawa," ujar Trinity, travel blogger dan juga penulis buku The Naked Traveler.

Menurut Trinity, yang terpenting bagi generasi millenial dalam melakukan packing adalah hanya dengan melakukan mix and match agar barang-barang yang dibawa juga semakin ringan. 

"Prinsip traveling, semakin banyak bawaannya maka semakin mahal karena pertama kita bayar bagasi. Selain itu karena kita banyak bawaannya biasanya pada malas naik transportasi umum, maunya naik taksi karena malas untuk menggotong barang bawaan, jadi semakin mahal lagi. Jadi kalau misalnya mau murah, ya memang harus melakukan prinsip travel light," katanya.

Selain itu sebelum melakukan jalan-jalan, salah satu hal yang tidak boleh dilupakan adalah dengan melakukan riset terlebih dahulu. 

"Kalau saya biasanya sih pertama kalau mau ke suatu negara atau suatu tempat itu, saya risetnya berdasarkan website pariwisata yang resmi. Jadi kita benar-benar bisa browsing, biasanya di situs pariwisata yang resmi itu bisa kelihatan ke mana-mana aja," jelasnya.

Kemudian Trinity juga mengatakan bahwa, hal selanjutnya yang bisa dilakukan adalah dengan mengetahui referensi dari suatu tempat yang ingin dikunjungi melalui blog-blog orang lain. Terutama bagi para solo traveler. 

"Kalau misalnya melakukan perjalanan sendiri, itu bisa dengan melihat dari blog-blog orang seperti pengalamannya bagaimana, lihat juga apakah aman atau enggak, terutama untuk perempuan sih ya di sana nanti bagaimana biasanya sih dari referensi itu," tutupnya.


(FIR)