Mencicipi Tahu Sikim Nan Lezat

Pelangi Karismakristi    •    Rabu, 18 Oct 2017 14:42 WIB
pertamina
Mencicipi Tahu Sikim Nan Lezat
Tahu Sikim dipasarkan di Sei Pakning, Dumai, dan Pekanbaru. Foto: Metrotvnews.com/Pelangi K

Metrotvnews.com, Sei Pakning: Jika Anda singgah ke Sei Pakning atau Dumai dan sekitarnya, belum lengkap kalau tidak mencicipi tahu Sikim. Bentuk dan warna tahu Sikim sama dengan tahu umumnya, namun rasanya berbeda.

Sikim, pengusaha tahu itu, awalnya bekerja mengantarkan kayu ke Malaysia. Di sana, ia mengamati ada kios tahu yang ramai setiap hari. Ini lah yang membuat dirinya yakin alih profesi sebagai pembuat tahu.

"Karena nama saya Sikim, saya merasa nama saya bisa membawa rezeki. Waktu itu sekitar tahun 90-an, saya tanya ke penjualnya kata dia bisnis tahu itu bagus, karena kan kebutuhan sehari-hari, akhirnya saya mulai merintisnya," kata Sikim kepada Metrotvnews.com di Desa Sejangan, Sei Pakning.

Usaha tahu semakin maju. Sikim memasarkan produk ke beberapa pasar tradisional di Sei Pakning, Dumai, dan Pekanbaru. Dia juga buka cabang di Pekanbaru.

"Setiap hari kami olah tahu dari pukul 08.00 malam sampai 02.00 pagi. Sehari kami bisa produksi 280 hingga 300 bungkus. Dari kami harga Rp8 ribu. Kami selalu jaga kualitas, tahu kami tidak bau dan tempat produksi kami jaga kebersihannya," imbuh Sikim.


Pertamina RU II Sei Pakning mendukung perkembangan tahu Sikim. Foto: Metrotvnews.com/Pelangi K

Sikim juga membuat tahu menjadi nugget dan keripik. Limbah tahu yang awalnya untuk pakan ternak, baru-baru ini diolah menjadi tempe gembus.

Pertamina RU II Sei Pakning mendukung usaha tahu sikim, seperti memberi drum air dan penggilingan. Tahu Sikim memperkerjakan lima orang dari desa setempat. Per hari laba bersih sekitar Rp1,6 juta.

"Kami terima kasih kepada Pertamina kemarin mendatangkan tiga ibu-ibu dari Solo. Mereka membimimbing kami untuk pengolahan tahu, seperti pembuatan tempe gembus, dan kini kami sudah pasarkan juga ke Dumai, Siak, dan Pekanbaru," tukas Sikim.

Manager Production Pertamina Refinery Unit II Sei Pakning Nirwansyah menilai UKM tahu Sikim sudah cukup mandiri. Dia berharap tahu Sikim bisa terus meningkatkan kualitas dan kuantitas produknya.

"Untuk ukuran pendapatan per jiwa penerima manfaat sudah (mandiri). Tapi harapan kami tidak hanya lima orang pekerjanya. Kami datangkan orang dari Solo agar membuka pikiran beliau (Sikim). Kami harap bisa lebih dari ini, jumlah kemasan dan pemasaran bisa ditingkatkan," tutup Nirwansyah.


(TRK)