Aturan-aturan Mengenai Pembuatan Paspor

Raka Lestari    •    Selasa, 16 Jan 2018 12:09 WIB
wisata
Aturan-aturan Mengenai Pembuatan Paspor
Sebagian besar negara-negara menggunakan nuansa warna paspor merah dan hijau yang sederhana dan gelap. (Foto: Alex Robert/Unsplash.com)

Jakarta: Warna paspor terdiri dari empat jenis warna yang berbeda-beda, yaitu: biru, merah, hijau, dan hitam. Apakah ada makna dari perbedaan warna-warna pada paspor tersebut? Dan mengapa hanya warna-warna tersebut yang dijadikan warna paspor?

Meskipun tidak ada aturan resmi bagi setiap negara untuk menggunakan warna paspor tertentu, tetap ada peraturan yang harus diikuti oleh setiap negara untuk membuat paspor.

International Civil Aviation Organization (ICAO) yang bertugas untuk menetapkan aturan mengenai perjalanan udara, menyarankan agar setiap negara menggunakan jenis huruf, ukuran, dan font khusus untuk dokumen-dokumen resmi seperti paspor. 

(Baca juga: Paspor Indonesia Semakin Kuat Menurut Indeks Henley 2018)


(Sebagian besar negara-negara menggunakan nuansa warna paspor merah dan hijau yang sederhana dan gelap. Foto: Francesca Tirico/Unsplash.com)

Ada juga beberapa aturan wajib mengenai pembuatan paspor. Misalnya, paspor diharuskan terbuat dari bahan yang lentur untuk mencegah terjadinya lipatan atau mudah kusut.

Paspor juga harus bisa dibaca oleh mesin pada suhu yang berkisar 14-122 derajat Fahrenheit, dengan kelembapan udara berkisar antara 5-95 persen. 

"Terlepas dari adanya aturan-aturan mengenai pembuatan paspor tersebut, tidak ada yang menentukan warna-warna tertentu pada paspor," ujar Anthony Philbin, chief communication officer ICAO, mengatakan kepada Travel + Leisure. 

Dan warna paspor tidak hanya dipilih secara acak. Sebagian besar negara-negara menggunakan nuansa warna merah dan hijau yang sederhana dan gelap. Mengapa? Warna gelap tidak hanya terlihat lebih resmi, tapi juga bisa menyembunyikan kotoran dan bisa menyembunyikannya agar tidak terlihat usang.









(TIN)