Permainkan Prajurit Menara London, Turis Dihujat Netizen

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 02 Jun 2017 19:06 WIB
london
Permainkan Prajurit Menara London, Turis Dihujat Netizen
Seorang turis wanita dipermalukan oleh pengunjung lain karena melemparkan sarung tangannya pada prajurit Menara London agar bergerak. (Foto: Dok. News.com.au)

Metrotvnews.com, Jakarta: Seorang turis wanita dipermalukan oleh pengunjung lain karena melemparkan sarung tangannya pada prajurit Menara London agar bergerak. 

Dalam sebuah video yang diviralkan melalui YouTube tersebut, terlihat seorang wanita dengan seorang pria yang menemaninya berdiri di luar pagar dan berhadapan dengan prajurit Menara London dengan salah satu sarung tangannya berada di dekat kaki penjaga. Wanita tersebut sengaja melemparnya untuk membuat sang penjaga perpindah posisi. 

"Mereka berdua mengelaknya, siapa yang akan mengambil sarung tangan lebih dahulu?" demikian menurut perekam video. 


(Sang wanita yang melempar sarung tangan mencoba mengelak. Foto. Dok. news.com.au)

(Baca juga: Promosi Wisata dan Budaya Indonesia di London)

Tak lama kemudian, seorang Beefeater (yang juga merupakan penjaga Menara London) menghampiri pasangan tersebut dan meminta mereka menjauh. 

"Permisi, apakah Anda baru saja menjatuhkan sarung tanganmu ke arah prajurit? Mengapa Anda melakukannya? Pasukan ini ada di sini untuk melindungi perhiasan mahkota, mereka bukan untuk dijadikan lelucon di tempat umum," kata pria berjubah tersebut pada kedua turis. 

"Ia ada seorang prajurit, ia melayani negaranya dan berhak diperlakukan dengan sedikit hormat. Melempar sarung tanganmu padanya tak akan mempengaruhinya, benarkan?" lanjutnya. 

Beefeater kemudian mengambil sarung tangan tersebut dengan meloncati pagar pendek dan menyerahkannya pada wanita tersebut. 

Sang wanita mengambil sarung tangannya dan pergi begitu saja. Saat akan mengambilnya, prajurit memberi reaksi dengan memindahkan senjata dari sisi kanan ke kiri. 

Video tersebut mendapat respons cukup besar dengan jumlah penonton lebih dari 190 ribu dimana beberapa penonton merasa gusar karena sang wanita dianggap tak tahu malu, tak sopan, dan kasar. 






(TIN)