Kembali Digelar, The Big Bad Wolf Digelar 288 Jam Nonstop

Sri Yanti Nainggolan    •    Rabu, 12 Apr 2017 18:31 WIB
pameran buku
Kembali Digelar, The Big Bad Wolf Digelar 288 Jam Nonstop
Pengunjung melihat buku-buku yang dijual pada pameran buku

Metrotvnews.com, Jakarta: Bursa buku terbesar se-Asia Tenggara, The Big Bad Wolf Book Sale kembali digelar untuk ketiga kalinya pada 21 April hingga 2 Mei mendatang di Indonesian Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang.

Setelah mendapat respons positif tahun lalu, kali ini pihak penyelenggara akan membuat beberapa perubahan untuk menambah kenyaman para pengunjung yang tahun lalu mencapai 350 ribu orang tersebut.

"Tahun ini akan ada lebih banyak buku, yaitu sekitar lima juta buku, dan berlangsung selama 12 hari dengan jam operasional selama 24 jam (288 jam nonstop). Ruangan yang disediakan ditambah menjadi empat hall, dimana sebelumnya hanya satu hall," jelas Uli Silalahi selaku Presiden Direktur PT Jaya Ritel Indonesia dalam konfrensi pers The Big Bad Wolf Book Sale 2017, Rabu (12/4/2017).

Sama seperti tahun lalu, diskon yang ditawarkan tak main-main, yaitu antara 60-80 persen, dengan jumlah buku berbahasa Indonesia sebanyak 1 juta buku, dan 4 juta lainnya buku berbahasa asing.

Belajar dari tahun lalu, dimana pengunjung banyak yang mengeluhkan lamanya waktu mengantre saat membayar, Uli mengungkapkan bahwa tahun ini jumlah kasir akan diperbanyak menjadi 60 kasir, bertambah hampir dua kali lipat dari tahun lalu yang hanya berjumlah 37 kasir.

Selain itu, ada penawaran menarik dari Bank Mandiri selaku mitra resmi dari acara akbar tersebut, yaitu bagi pengunjung yang melakukan pembayaran melalui bank tersebut, baik kredit maupun debit, akan mendapat tambahan diskon yang berasal dari fiesta poin. Selain itu, nasabah juga bisa mendapatkan voucher hingga Rp 300 ribu untuk nominal belanja tertentu.

"Promo ini dilakukan untuk menggalakan gerakan nasional non-tunai," tambah Yoesman Sugianto selaku Senior Vice President Strategic Marketing & Communication Bank Mandiri pada kesempatan yang sama.

Acara yang mendapat respons di luar perkiraan tersebut diharapkan dapat meningkatkan budaya baca masyarakat Indonesia yang masih sangat kecil, yaitu 0,1 persen dimana dari seribu orang hanya satu saja yang gemar membaca.

Momen pameran ini juga diharapkan dapat meningkatkan minat membaca anak-anak. Jadi jangan heran jika pameran ini akan didominasi oleh bacaan anak, yaitu sebanyak 50 persen.

"Pembukaan pameran ini juga bertepatan dengan Hari Kartini, pada 21 April, dan berakhir saat Hari Pendidikan, yaitu 2 Mei," tambahnya.

Metro TV sebagai media partner sangat mendukung adanya acara yang mempermudah akses masyarakat pada buku-buku berkualitas dan terjangkau semacam ini.

"Untuk meningkatkan minat baca masyarakat Indonesia yang masih rendah, pemerintah tak mungkin bekerja sendiri. Butuh elemen lain untuk membuat buku menjadi sahabat," kata Fifi Aleyda Yahya selaku Head of Corporate Communication Metro TV pada kesempatan yang sama.


(DEV)