Festival Durian Sinapeul, Si Raja Buah Asal Sindangwangi, Majalengka

   •    Senin, 04 Dec 2017 18:48 WIB
kuliner nusantara
Festival Durian Sinapeul, Si Raja Buah Asal Sindangwangi, Majalengka
Festival Durian Sinapeul 2017 yang akan digelar Sabtu, 9 - Minggu 10 Desember 2017 di Pasar Ikan Regional Desa Lengkongkulon, Kecamatan Sindangwangi, Majalengka, Jawa Barat. (Foto: Pixabay.com)

Jakarta: Jika Anda pecinta durian tak lengkap jika tak mencoba durian Sinapeul. Durian Sinapeul merupakan durian lokal asli Majalengka yang banyak diburu pecinta durian dari berbagai daerah. 

Durian lokal ini dikenal sebagai Durian Sinapeul karena banyak terdapat di Blok Sinapeul bahkan hingga di atas bukit pun didominasi dengan pohon durian. Tak terbayang jika musim durian tiba, semua indra Anda akan dimanjakan dengan keharuman, legitnya daging buah durian, dan pemandangan hamparan ratusan pohon durian. 

Konon kabarnya durian ini berasal dari varietas durian unggulan yang bisa disebut dengan durian varietas Perwira. 

Disebut perwira karena dahulunya sering diminati para perwira tentara Belanda. Dan jika pun Anda menemuinya selain di daerah ini, maka rasanya akan berbeda.

Adalah Festival Durian Sinapeul 2017 yang akan digelar Sabtu, 9 - Minggu 10 Desember 2017 di Pasar Ikan Regional Desa Lengkongkulon, Kecamatan Sindangwangi, Majalengka, Jawa Barat.

Acara yang digagas oleh Pemerintah Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat ini juga didukung oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar) yang salah satu acaranya adalah akan menyajikan makan durian sepuasnya. "Hanya Rp50 ribu, Makan Durian Sepuasnya (berlaku di tempat)," begitu judul salah satu eventnya.


(Konon kabarnya durian Sinapeul ini berasal dari varietas durian unggulan yang bisa disebut dengan durian varietas Perwira. Foto: Pixabay.com)

(Baca juga: Festival Durian ala Bufet, Rp60 ribu Makan Durian Sepuasnya)

Bagi penggila durian yang dijuluki sebagai "Si Raja Buah" ini juga terdapat beberapa acara lainnya, yaitu Orkes Panen Raya Durian, games durian, durian award, bibit durian, dan tak lupa pagelaran kesenian tradisi.

“Ada juga Helaran, atau yang dalam bahasa Sunda artinya adalah arak-arakan, parade, atau pawai. Pada helaran ini nantinya akan ada suguhan penampilan seni dan berbagai kreasi lainnya,” ujar Deputi Bidang Pengembangan dan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Kementerian Pariwisata, Esthy Reko Astuti.

Banyak potensi yang bisa digarap di Sindangwangi ini, termasuk sektor argowisata. “Diharapkan Festival ini akan menjadi promosi pariwisata berbasis kreatifitas masyarakat di Kabupaten Majalengka Provinsi Jawa Barat,” ujar Esthy didampingi Kepala Bidang Promosi Wisata Budaya Kemenpar, Wawan Gunawan.

Kecamatan Sindangwangi sendiri dikatakannya memang memiliki potensi yang besar untuk agro wisata, khususnya durian. Sebab di Sindangwangi terdapat hamparan kebun durian yang luasnya mencapai 16 hektar, dan terkonsentrasi  di satu Desa Ujungberung.

“Tujuan diadakannya Festival Durian Sinapeul selain mengembangkan potensi wisata Sindangwangi, tapi tujuan utama tentu saja lebih memerkenalkan Durian Sinapeul ke masyarakat Indonesia dan internasional,” ujar Wawan.

Menteri pariwisata menyontohkan bahwa ketenaran durian montong asal Thailand begitu termasyur. Dengan adanya acara ini, diharapkan juga bisa menjadi salah satu bentuk diplomasi budaya melalui ragam kuliner ke dunia luar.

"Setiap daerah harus dapat mengangkat potensi lokal yang dimiliki. Melalui festival ini, Kabupaten Majalengka telah memerkenalkan lagi salah satu potensinya. Dan kini Jawa Barat juga dikenal dengan agro wisata, khususnya durian," ujar Menpar Arief Yahya. 











(TIN)