Pasar Tradisional Ubud, Pecinta Segala Pernak-pernik Bali

Yatin Suleha    •    Senin, 14 Aug 2017 07:00 WIB
bali
Pasar Tradisional Ubud, Pecinta Segala Pernak-pernik Bali
Saat melihat Pasar Ubud pertama kali rasa kagum langsung terbersit di benak kami. Beragam warna dari aneka barang dan souvenir layaknya lukisan yang diatur dengan sangat apik. (Foto: Metrotvnews.com/Yatin Suleha)

Metrotvnews.com, Ubud: Jumat (4/8/2017) pagi itu cuaca mendung di sekitar Ubud, Gianyar. Diiringi dengan rintik hujan yang baru saja mulai, tim Metrotvnews.com mengarah ke sebuah pasar tradisional yang konon kabarnya cukup ramai di sekitar Ubud, Bali.

Rupanya setelah berjalan sekitar 15 menit dari hotel kami yang berada di Jalan Sukma Banjar Tebesaya, Ubud, sampailah kami di lokasi hiruk-pikuk yang terlihat sangat berwarna dari kejauhan. Rupanya, ini yang disebut dengan Pasar Ubud. Banyak orang juga yang mengenalnya dengan sebutan Pasar Tradisional Ubud, atau Pasar Seni Ubud.

Pasar ini terletak di pusat wilayah Ubud, tepatnya di Jalan Raya Ubud, Gianyar, Bali. Lokasinya sangat strategis, tepat di depan Istana Raja Ubud yang bernama Puri Saren Ubud. Jika Anda pernah melihat film Eat Pray Love yang dibintangi oleh Julia Roberts di tahun 2010, salah satu adegannya berada di dalam area Pasar Tradisional Ubud ini.  



Dua Peran Pasar Ubud

Saat melihat pasar ini pertama kali rasa kagum langsung terbersit di benak kami. Beragam warna dari aneka barang dan souvenir layaknya lukisan yang diatur dengan sangat apik. Tak hanya wisatawan lokal yang menyukai pasar yang berbagai barangnya bisa Anda tawar ini, wisatawan mancanegara juga banyak yang berbelanja di pasar ini. 

Jalan masuk pasar ini selain luas juga bersih. Terdapat aneka penjual souvenir di kiri dan kanan jalan. Jika Anda memutuskan untuk mengarah terus ke area yang lebih dalam lagi, jalan setapak pasar nampak mengecil, namun tetap nyaman untuk dijelajahi.

Uniknya lagi, ketika tim Metrotvnews.com menyambangi salah satu konter penjual perak asli milik Nini Nuada, ia menyatakan bahwa Pasar Ubud ini menjual berbagai kebutuhan sayuran dan sembako di pagi hari, namun akan bermetamorfosis menjadi Pasar Seni Ubud-yang menjual berbagai kebutuhan khas kesenian Bali setelah kira-kira pukul 4 pagi.

(Baca juga: 12 Tahun Berturut-turut, Bali Dinobatkan Jadi Pulau Terbaik Dunia)



Aneka Souvenir Khas Pasar Ubud

Memang tak sulit untuk memutuskan membeli aneka souvenir di tempat modern yang menawarkan aneka cinderamata khas Bali. Beberapa tempatnya mungkin sudah sangat terkenal.

Namun, kali ini tim Metrotvnews.com mencoba menantang untuk menghabiskan satu hari mencari barang dengan pengalaman yang berbeda. Pengalaman berjalan-jalan dan juga menjajal salah satu keahlian tawar-menawar yang kami miliki.

Yang menggoda di pasar ini sangatlah banyak, sebut saja, souvenir gantungan kunci, piring, keramik khas bali, tas, topi, kerajinan perak, dan masih banyak lagi yang lainnya. Anda juga bisa melihat kain asli Bali yang indah, namun juga bervariasi kualitas serta bahannya.

Menurut salah satu pedagang kain yang kami temui, ia menentukan harga kain Bali di atas Rp50 ribu, sedangkan kain khas Bali yang terbuat dari sutra dibandrol dengan harga di atas Rp100 ribu.

Jangan dulu memutuskan untuk membeli souvenir walau Anda telah jatuh hati pada barang yang Anda lihat. Saran kami, setelah berjalan-jalan di pasar yang cantik ini adalah, ketahui dahulu kira-kira apa yang Anda akan beli. 



Selanjutnya, tidak ada salahnya Anda mencoba mencari tahu harga pasaran barang tersebut. Setelah itu, persiapkan diri Anda untuk satu keahlian, yaitu tawar-menawar. Di sini, keahlian tersebut sangat ampuh bagi Anda untuk mendapatkan barang yang Anda incar. Perlu diketahui, di pasar ini juga bisa terjadi dua pedagang menawarkan harga yang berbeda. Jadi, Anda harus pintar-pintar memilih barang dan menawarnya.

Jessica Indah yang merupakan penggila seni perak mengatakan di pasar ini ia bisa mendapatkan 4 cincin perak asli dengan harga Rp100 ribu saja.

"Di pasar ini banyak kerajinan perak yang vintage yang saya suka. Kalau dibandingkan beli cincin, kalung, atau gelang perak di luar, di Pasar Ubud harganya miring banget," ucap wanita cantik asal Jakarta ini.

Nah, jika Anda berkunjung ke Ubud, Gianyar, Bali sempatkanlah untuk melihat-lihat aneka souvernir yang ditawarkan para pedagang asli Bali ini. Dijamin Anda pasti jatuh hati.



Fun Fact Pasar Ubud Bali

. Pasar Ubud bali beroperasional dari jam 4 pagi - jam 6 sore WITA

. Berbelanjalah di pagi hari, agar Anda bisa lebih leluasa melihat dan fokus dilayani 

. Keahlian tawar-menawar Anda di perlukan di pasar ini

. Window shopping terlebih dahulu sebelum memutuskan barang yang Anda beli

. Lebih asyik jika Anda sudah tahu harga pasaran terlebih dahulu, agar tawaran Anda lebih baik

. Semakin siang dan sore, pasar ini semakin ramai

. Siapkan alas kaki yang nyaman karena Anda bisa mengeksplorasi luasnya Pasar Ubud

. Beberapa tempat yang berdekatan dari Pasar Ubud adalah Puri Saren Agung atau Puri Ubud, Pura Saraswati, Museum Arma, Museum Puri Lukisan, Monkey Forest (Wenara Wana), desa wisata Nyuh Kuning, Bukit Campuhan dan Museum Blanco, semua tempat tersebut bisa anda akses dengan mudah



. Souvenir di Pasar Ubud antara lain, kain Bali, topi, tas, perak, aneka hiasan dan kebutuhan rumah-seperti teko khas Bali, lukisan Bali, pajangan atau ukiran, dan berbagai kerajinan seni khas Bali lainnya

. Di Pasar Ubud tersedia berbagai barang-barang dari kualitas yang biasa-biasa saja hingga yang kualitas nomor satu

. Pasar Seni Ubud dan lingkungan sekitarnya dijadikan sebagai cagar budaya yang masih mempertahankan suasanan pedesaan tradisional Bali

. Salah satu yang menyenangkan di Pasar Ubud adalah cuaca yang sejuk. Ini karena lokasinya berada di ketinggian sekitar 300 meter di atas permukaan laut, Ubud memiliki udara lebih sejuk dari daerah dataran Bali asli selatan. 











(TIN)