Menengok Enam Kota Menawan di Taiwan

Yatin Suleha    •    Selasa, 27 Nov 2018 15:47 WIB
wisatataiwan
Menengok Enam Kota Menawan di Taiwan
Changchun temple, Eternal Spring Shrine di Taroko National Park di Hualien, Taiwan di musim hujan. (Foto: Dok. Agoda/Bening Communication)

Jakarta: Siapa yang tak tahu Taiwan. Negeri indah yang ketika Portugis menemukannya pertama kali abad ke-16 disebut dengan Ilha Formosa (Pulau yang Indah).

"Taiwan juga merupakan salah satu tujuan favorit wisatawan Asia dan masuk dalam posisi sembilan besar destinasi wisata utama bagi wisatawan Indonesia," sebut rilis Agoda seperti yang diterima oleh Medcom.id.

Lalu, apa saja yang membuat kota-kota ini menjadi sangat menarik bagi wisatawan? Mari kita mengengok negeri yang minumannya populer disebut dengan "teh gelembung" atau "Boba" (teh dengan bubble) ini.

1. Taichung: Tuan rumah flora dunia
Taichung World Flora Exposition merupakan event yang begitu besar, hingga menggabungkan tiga destinasi sekaligus. Pameran yang digelar sejak awal November hingga 24 April 2019 ini tersebar di tiga wilayah, yang masing-masing menyuguhkan keunikan tersendiri dari Taiwan.

Di Waipu, tempat yang menyoroti peran Taiwan sebagai kerajaan pertanian yang terkenal karena bunga, buah-buahan, dan produk lainnya.

Kemudian Houli, tempat untuk merayakan hubungan antara manusia dan alam melalui pertunjukan fasilitas berkuda berusia ratusan tahun di Taichung serta benda-benda bersejarah Taiwan yang dipinjamkan dari National Palace Museum.

Sementara Fengyuan dibangun di sepanjang tepi Sungai Ruanpizai yang merupakan koridor bunga tepi sungai terpanjang di Taiwan, menunjukkan pentingnya perairan bagi kehidupan perkotaan.

(Baca juga: Mencicipi Teh Khas Taiwan di Jakarta)


(Berbagai keindahan di Taiwan, salah satunya dari sisi budaya dan bahasanya. Foto: Boris Smokrovic/Unsplash.com)

2. Danau Sun Moon: Rumah bagi salah satu bahasa di dunia yang paling terancam punah
Selama berabad-abad, lagu dan puisi telah ditulis untuk menggambarkan keindahan Danau Sun Moon, Nantou, yang merupakan danau terbesar di Taiwan. Banyak yang menilai jalur sepeda di sekeliling danau sebagai rute sepeda terindah di Taiwan.

Danau Sun Moon juga merupakan rumah bagi suku Thao, kelompok suku asli terkecil di Taiwan. Sementara Bahasa Thao adalah salah satu bahasa paling terancam punah di dunia, dengan kurang dari enam penutur yang masih hidup beberapa tahun lalu.

Namun, berkat upaya konservasi para pemimpin suku, generasi muda Thao mulai menggunakan kembali bahasa asli mereka.

3. Tainan: Surga bagi penggemar kuliner
Selama 200 tahun hingga akhir abad ke-19, bagian selatan Kota Tainan merupakan pusat ekonomi Taiwan. Ini menunjukkan banyaknya restoran dan resep yang tak lekang oleh waktu.

Saat ini, Tainan dikenal sebagai pusat kuliner dan kota untuk bersantai. Pengunjung banyak yang datang untuk menikmati hostel yang chic dan street food.

Satu-satunya masalah adalah daftar makanan wajib icip yang bertambah kian banyak dan mencapai lebih dari 100 sajian berbeda!

(Tips: Jika tak cukup waktu untuk mencicip seluruh makanan, pastikan mencoba mie ikan, udang gulung, puding tabung beras, dan es serut)

4. Kaohsiung: Penghargaan terhadap arsitektur
Jika Anda penggemar arsitektur, pergilah ke Kaohsiung. Bangunan-bangunan di Kaohsiung umumnya lebih luas, terbuka dan banyak mendapat sentuhan seni arsitektur.

Kaohsiung Main Public Library, yang memiliki atrium gantung terbesar di dunia, mendapat pujian dari para pencinta buku di seluruh Taiwan untuk desainnya yang menakjubkan.

Sementara National Kaohsiung Center for the Arts yang dirancang oleh perusahaan Belanda, Mecanoo, merupakan lokasi seni terbesar di dunia.

Pusat seni yang baru dibuka tersebut memiliki 9.194 organ pipa, menjadikannya yang terbesar di Asia.

5. Hualien: Destinasi ini memungkinkan Anda mendapat semuanya
Hualien sangat beruntung memiliki budaya yang kaya dan pemandangan alam yang indah.

Pegunungan dan laut bertemu di garis pantai sepanjang 124 km, memberi akses ke puncak tertinggi Taiwan.

Pantai Qixingtan di Hualien masih terus berada di daftar pantai terbaik Taiwan. Bagi wisatawan yang suka bertualang, Ngarai Taroko, yang disebut LA Times sebagai ‘Yosemite versi Taiwan’, adalah tempat bagus untuk dijelajahi.

Ngarai ini juga merupakan rumah bagi suku asli Truku, menjadikan kunjungan ke Desa Dageeli memberi pengalaman budaya dan makanan ala Truku. Lokasi ini pun hanya satu jam perjalanan dari Pantai Qixingtan dan Ngarai Taroko.

6. Taitung: Benteng budaya suku asli di Taiwan
Wisata budaya suku asli di Taiwan berbeda dengan negara lain. Di Taiwan, Anda tidak memerlukan izin untuk melakukan perjalanan ke daerah adat, dan dapat bersentuhan dengan budaya asli secara langsung.

Di Taiwan, Anda dapat melakukan ini di Taitung, destinasi yang semakin menarik bagi para wisatawan yang ingin menyelami kehidupan masyarakat adat.

Terletak di sisi pulau yang menghadap ke Pasifik, Taitung adalah rumah bagi beberapa suku asli, banyak di antara mereka mempertahankan tradisi dan hubungan dengan alam karena lokasi yang relatif terpencil. Salah satunya adalah musik vokal polifonik suku Bunun, yang disebut ‘Pasibutbut.’

Dalam sebuah doa panen ke alam, Pasibutbut dinyanyikan oleh sekelompok orang Bunun yang berdiri dalam lingkaran.

Mereka bernyanyi tanpa partitur dan konduktor. Keselarasan nada dicapai dari rasa saling pengertian yang diperoleh melalui praktik dan ikatan pribadi. Selain tradisi musiknya, budaya Bunun menawarkan akses pengunjung melalui banyak festival.




(TIN)