MWC 2018

Barcelona, Kota Teknologi yang Penuh Copet

Mohammad Mamduh    •    Kamis, 08 Mar 2018 16:54 WIB
barcelonamwc 2018
Barcelona, Kota Teknologi yang Penuh Copet
Ajang teknologi tahunan Mobile World Congress di Barcelona

Barcelona: Hari itu adalah Selasa, 27 Februari 2018. Cuaca pukul 6.30 waktu Barcelona saat itu agak mendung dengan suhu sekitar 2 derajat. Saya keluar dari kamar hotel untuk sarapan bersama beberapa wartawan yang diundang ASUS menghadiri ajang Mobile World Congress 2018.

Itu adalah pertama kalinya ASUS meluncurkan ZenFone dalam satu ajang tekonologi terbesar internasional. Ini juga merupakan pertama kali saya menginjakkan kaki di Eropa. Ada empat wartawan yang ASUS undang dari Indonesia, termasuk saya. Kami dijadwalkan mengikuti sesi wawancara terbatas dengan beberapa petinggi ASUS mulai pukul 10.00.

Setelah sarapan yang memakan waktu sekitar satu jam, saya memutuskan kembali ke kamar untuk bersiap-siap sambil bekerja sampai waktu berangkat. Saya kaget setelah mendapat kabar teman wartawan kecopetan di teras hotel, tidak sampai 60 menit ketika saya berada di kamar.

Sebelum berangkat, saya sendiri sudah membaca berbagai referensi, dan saya mengetahui bahwa Barcelona merupakan salah satu kota di Eropa yang banyak pencopet. Saya hanya tidak menyangka bahwa kejadian tersebut muncul di teras hotel, yang menurut kami, orang Asia, merupakan tempat aman.

Si pencopet berhasil membawa kabur ransel kecil milik Wicak, reporter Liputan6.com yang ikut dalam rombongan. “Pagi itu, setelah sarapan, saya dan dua teman merokok di teras hotel. Ada seseorang berjalan dan berlagak seperti tamu hotel yang menunggu jemputan. Tanpa kita ketahui, dia mencipratkan kotoran cair ke badan dua teman,” kata Wicak.

“Pelaku memberitahu dan menyodorkan tisu, menyarankan saya membersihkan kotoran yang menempel di jaket teman."

"Setelah perhatian kami teralihkan karena sibuk mendebatkan kotoran dan membersihkanya. Pelaku tersebut berlari. Saya curiga dia berlari dan ada orang lain yang ikut berlari. Namun, belum memperhatikan keberadaan keberadaan tas saya. Selang sekitar 3 menit pandangan saya teruji pada tempat menaruh tas. Ternyata tas saya sudah tidak ada."

Tas Wicak berisi semua identitas dan kartu penting: Paspor, SIM, KTP, ID MWC 2018, kartu ATM, dan sejumlah uang untuk operasional meliput. Dengan kata lain, ia tidak memiliki tanda pengenal sampai waktu kepulangan esok harinya, sementara untuk melewati imigrasi bandara, ia harus menunjukkan paspor.


Pihak kepolisian berpatroli di depan Hotel NH Porta Barcelona (foto: Medcom.id)

Perwakilan ASUS yang menemani wartawan langsung menghubungi pihak hotel dan kantor ASUS di Barcelona. Sayangnya, pihak hotel tidak bisa membantu banyak, hanya mengatakan “Ini sudah biasa terjadi di Barcelona” dan memberikan lokasi kantor polisi terdekat.

Di sisi lain, pihak kepolisian menunjukkan sikap kooperatif, dengan membantu membuatkan laporan kehilangan dan melakukan patroli di depan hotel esok harinya.

Kami juga menghubungi konsulat jenderal RI di Barcelona, mengingat kantor KBRI untuk Spanyol hanya ada di Madrid. Setelah menghubungi Konjen dan KBRI, Wicak akhirnya harus ke Madrid demi mendapatkan dokumen sementara pengganti paspor.

Butuh waktu sekitar 3 jam dengan kereta cepat dari Barcelona ke Madrid. Kejadian ini membuat Wicak tidak bisa mengikuti acara puncak ASUS. Pihak ASUS pun membantu Wicak untuk mengurus dokumen yang diperlukan.

Bukan sekali atau dua kali, Barcelona selalu menggelar MWC setiap tahun yang dipegang oleh GSMA (GSM Association) sejak 2009. Oleh karena itu, kota di tepi pantai timur Spanyol ini juga layak mendapat julukan kota teknologi.

Sayangnnya, Barcelona memang dikenal penuh copet, terutama sejak TripAdvisor memberikan gelar “Kota dengan pencopet paling banyak untuk turis” pada tahun 2009. Motif pencurian yang kami alami juga ternyata adalah salah satu yang populer, yaitu dengan menyiprat kotoran burung.


(FIT)