Pameran di Moscow, Tas Kulit dari Surabaya Akan Mewakili Indonesia

Amaluddin    •    Selasa, 18 Apr 2017 08:00 WIB
pameran seni
Pameran di Moscow, Tas Kulit dari Surabaya Akan Mewakili Indonesia
(Foto: Amal Insani)

Metrotvnews.com, Surabaya: Kementerian Perindustrian (Kemenprin) memilih Huraira Leather Bag (HLB), Surabaya, Jawa Timur, untuk mewakili Indonesia dalam pameran Internasional di Moscow, Rusia. Karena itu, tas kulit buatan tangan asal Surabaya ini diminta mempersiapkan diri untuk ikut dalam pameran tersebut.

"Produk di HLB ini unik-unik. Kami (Kemenprin) sudah lama memantau HLB, sehingga kami anggap produk HLB layak ikut event internasional," kata Elly Mashitoh, selaku manajer internasional exhibition Kemenperin menemui pemilik HLB, Ny Siti Huraira di galerinya di Jalan Jambi, Surabaya, Senin, (17/2017).

Elly mengatakan, HLB akan mewakili Indonesia ikut dalam pameran Collection Premiere Moscow (CPM) 2017 di Rusia, pada 30 Agustus hingga 2 September 2017. "Kemenperin memberi fasilitas agar produk-produk lokal Indonesia memiliki pasar di luar negeri," kata Elly.

Menurut Elly, pada dua event nasional terakhir yang diikuti HLB yaitu Indonesia Fashion Week (IFW) dan Adiwastra Nusantara, HLB hasilnya sangat bagus. Bahkan saat IFW, both HLB sempat kosong, karena produknya sold out dan harus menunggu kiriman dari Surabaya.

"Tahun ini kita sertakan HLB ke pameran di Moscow karena pasar dalam negeri sudah oke. Dibawa ke beberapa event hasilnya bagus. Di IFW produk tasnya dinilai paling bagus, sampai sold out. Juga saat Adiwastra juga oke. Padahal itu kan pameran kain khususnya batik, tas kulitnya Ibu Huraira ternyata laris manis," jelasnya.

Indonesia, lanjut Elly, sudah dua kali ikut dalam pameran bertaraf internasional yang sudah diselenggarakan 29 kali dalam kurun 14 tahun. Collection Premiere Moscow (CPM) 2017 bersifat business-to-business (b to b), yang berarti para pembeli adalah pelaku sektor industri tekstil, seperti butik. Namun tak tertutup kemungkinan terjadi transaksi reatail, saat pameran berlangsung.

"Tahun 2016 lalu, ada empat label yang dibawa Indonesia ke Moskow, yaitu Itang Yunasz Ready to Wear, Alleira Batik, Ardistia New York, dan Warnatasku. Keempat label ini terpilih setelah melalui beberapa proses seleksi," ujarnya.

Menurut Elly Mashitoh, pasar di Russia dan Eropa Timur pada umumnya masih sangat terbuka lebar. Tujuan ikut pameran, ucapnya, untuk membuka pasar baru bagi produk fashion Indonesia.

"Memang tidak bisa dalam satu kali pameran langsung terjadi transaksi, buyer akan menilai apakah produk kita di Indonesia sendiri sudah setle (mantap, red). Tahun lalu, produk ready to wear milik Itang Yunasz sampai menolak order. Ini transaksi b to b, jadi ketika ada order 2.000 potong, Itang Yunasz harus menolak-nolak karena kewalahan," katanya.

Khusus produk HLB, Elly Mashitoh menaruh harapan besar tas (clutch) spesial HLB yaitu tas lukisnya akan menuai sukses di Moscow. "Cluth paintingnya sangat unik, esklusif dan kualitasnya premium, sangat layak untuk dipamerkan di level internasional," tandasnya.


(DEV)