Laporan dari Jepang

Mengintip Desa Hakuba yang Ramah Muslim

Sonya Michaella    •    Sabtu, 28 Jan 2017 10:06 WIB
wisata asia
Mengintip Desa Hakuba yang Ramah Muslim
Desa wisata Hakuba yang ramah dengan wisatawan Muslim (Foto: Sonya Michaella/Metrotvnews.com).

Metrotvnews.com, Kitaazumi: Desa wisata Hakuba di Prefektur Nagano, Jepang, merupakan salah satu desa wisata yang sangat toleransi dengan keberagaman agama dan budaya, terutama dengan umat Muslim.
 
Biasanya, yang datang ke Hakuba adalah wisatawan dari Korea, Hong Kong, Taiwan, Australia, atau pun Amerika Serikat. Mulai 2010, mulai banyak wisatawan Muslim yang mengunjungi Hakuba.
 
"Dari situ kami baru mengetahui bahwa Muslim tidak makan daging babi dan minum minuman beralkohol. Dan mulai saat itu pula, kami mengubah Hakuba menjadi tempat wisata yang ramah Muslim," ujar Wakil Kepala Desa Hakuba, Humitoshi Oota, Kamis (26/1/2017), di Kitaazumi-gun, Hakuba, Jepang.
 
"Pada 2010, pertama kalinya kami menerima pemuda Muslim ke Hakuba. Namun saat itu kami belum menyediakan makanan halal, jadi agak sulit," lanjutnya.
 
Seiring berjalannya waktu, Hakuba pun menyediakan sejumlah restoran atau kedai dengan makanan halal.
 
"Kami masih berusaha untuk menyediakan makanan halal untuk Muslim, mulai dari tidak menggunakan bahan-bahan yang mereka memang tidak makan," ungkapnya.
 
Menurut pantauan Metrotvnews.com yang sedang berada di Hakuba, tampak pula sejumlah wanita Muslim yang memakai hijab sedang berlibur ke Hakuba.


Wisatawan Muslim di Hakuba (Foto: Sonya Michaella/Metrotvnews.com).

 
Ainah, seorang wisatawan asal Brunei Darussalam, mengaku nyaman ketika berkunjung ke Hakuba.
 
"Penginapan yang saya tempati ternyata menyediakan makanan halal dan juga menyediakan tempat beribadah serta ada kiblatnya untuk salat," ucapnya kepada Metrotvnews.com.
 
"Hakuba juga ramah dengan budaya dan kebiasaan warga asing yang datang ke Hakuba. Jadi, jangan ragu untuk datang ke sini bagi para Muslim," katanya lagi.
 
Hakuba adalah sebuah desa pariwisata yang terletak di Prefektur Nagano, Jepang. Memakan waktu sekitar tiga jam dari Tokyo, Anda bisa menggunakan kereta cepat Shinkansen dan melanjutkan perjalanan dengan bus.
 
Namun, jika Anda ingin menikmati pemandangan dari Tokyo ke Nagano, Anda bisa menggunakan bus dan hanya menghabiskan empat jam perjalanan.

(FJR)