Lima Alasan Berkunjung ke Bali versi Media Asing

A. Firdaus    •    Selasa, 25 Dec 2018 13:29 WIB
Wisata Bali
Lima Alasan Berkunjung ke Bali versi Media Asing
Pesona Bali tak pernah luntur dimakan waktu. (Foto: Harry Kessell/Unsplash.com)

Pesona Bali tak pernah luntur dimakan waktu. Meski bukan destinasi wisata baru, para wisatawan asing yang datang tak kunjung surut.

Salah satu media asing asal Selandia Baru, Stuff, baru-baru ini memberikan delapan alasan mengapa wajib mendatangi Pulau Dewata tersebut. Apa saja itu, berikut lima alasan yang berhasil Medcom.id rangkum dari Stuff:

-Menelusuri Air Terjun Tersembunyi
Selain terkenal dengan pesona pantainya, Bali juga memiliki beberapa air terjun yang tak kalah indahnya. Sebut saja Air Terjun Nungnung yang berada di Desa Pelaga, Badung. Kemudian ada juga Air Terjun Tibumana di Kalungkung, yang terkenal dengan air terjun kembarnya. Serta Air terjun mini di pinggir pantai yang berada di Pantai Melasti, Tanah Lot.

-Menemukan Tempat Surfing yang Memesona
Karena dikenal dengan pantainya, tak jarang bagi wisatawan asing untuk berkunjung ke Bali dengan alasan mencari tempat surfing. Sebut saja Pantai Kuta yang telah mendunia, hingga Pantai Batu Bolong yang masih belum seramai Pantai Kuta.

-Naik Kapal Feri ke Gili Trawangan
Dekatnya Gili Terawangan dengan Bali membuat para pelancong tak ingin ketinggalan untuk mengunjungi pulau kecil ini. Meski pulau kecil, banyak keistimewaan yang ada dalam pulau ini.

Seperti belajar hidup tanpa kendaraan bermotor, hingga menjadi tempat ideal untuk menikmati matahari terbit dan terbenam. Selain itu di pulau ini, para wisatawan juga bisa menyelam bersama kura-kura dan melihat patung di bawah tanah.

-Menikmati Pesona Desa Ubud

Salah satu ciri khas pemandangan Desa Ubud (Foto: Bernart Herman/Unsplash)

Tak lengkap rasanya jika mengunjungi Bali tanpa mampir ke Desa Ubud. Sebuah tempat peristirahatan di daerah kabupaten Gianyar, yang terkenal oleh para wisatawan mancanegara karena lokasinya terletak di antara sawah dan hutan.

Ubud juga terletak di antara jurang-jurang gunung yang membuat alam sangat indah. Selain itu Ubud dikenal karena seni dan budaya yang berkembang sangat pesat dan maju. Denyut nadi kehidupan masyarakat Ubud tidak bisa dilepaskan dari kesenian. Di sini banyak pula terdapat galeri-galeri seni, serta arena pertunjukan musik dan tari yang digelar setiap malam secara bergantian di segala penjuru desa.

-Bersenda Gurau dengan Ratusan Monyet
Masih di sekitar Desa Ubud, Anda juga bisa bersenda gurau dengan monyet hutan yang letaknya kurang lebih 1 km dari pusat Desa Ubud, dan berjarak sekitar 26 km dari Denpasar. Hutan ini seakan menjadi rumah bagi lebih dari 600 monyet.

Tak sampai di situ, pengunjung juga bisa foto bareng di sana. Tetapi yang harus diingat, pengunjung disarankan untuk tidak mengganggu monyet-monyet ini. Terutama ketika Anda membawa makanan tetapi tidak memberikannya kepada mereka.

Journey to Ciletuh Geopark (1)



(FIR)