Saat Imlek, Saatnya Mengenal Makanan Khas Peranakan

Harianty, Dhaifurrakhman Abas    •    Selasa, 05 Feb 2019 09:09 WIB
perayaan imlekimlek
Saat Imlek, Saatnya Mengenal Makanan Khas Peranakan
Pakar Kuliner Indonesia, William Wongso (Foto: Hariyanti/Medcom.id)

Jakarta: Adat dan tradisi yang berkaitan dengan perayaan Tahun Baru Imlek bisa berbeda-beda di tiap wilayah. Namun salah satu yang menyatukan adalah kuliner, melalui jamuan makan malam.

"Karena kekhasan makanan itu dalam Imlek, sering-sering ada makanan yang tertentu adanya saat Imlek," kata pakar kuliner Indonesia, William Wongso, kepada Medcom.id di Jakarta.

Di Indonesia sendiri, menu makan malam khas pada perayaan Imlek telah banyak berubah dari daerah asal, Tiongkok. Hal ini karena terpadunya suku dan kebudayaan dua bangsa yang guyub pada masa lampau.

"Ditambah lagi menu peranakan. Yang peranakan itu berbaur dengan menu-menu Indonesia nantinya," tambah dia.

Meski begitu, menurutnya ada beberapa hidangan yang secara umum selalu disajikan saat perayaan Imlek di Indonesia. Sajian ini meliputi makanan yang berasal dari hewan air, mamalia darat, dan keluarga unggas.

1. Eight treasure soup

Di negara Tiongkok, Eight Treasure Soup karib disebut dengan Ba Bao Zhou. Secara filosofi, makanan ini dihidangkan dengan harapan perkembangan pesat dari segala usaha atau bisnis di tahun yang baru.

Makanan nikmat ini dibuat proses dan bahan yang cukup rumit. Seperti namanya, kata William, Eight treasure soup dibuat dengan 8  jenis bahan dasar yang terdiri dari teripang, jamur tungku, ikan, udang, perut ikan, kerang kering, abalone, jamur hitam, kacang ginko, dan biji lotus.

2. Ayam kodok

Di hidangan selanjutnya, ada kuliner berbahan dasar unggas, Ayam Kodok. Dinamakan ayam kodok karena bentuk ayam panggang ini seperti kodok.

Pada dasarnya ini adalah ayam utuh yang bagian dagingnya sudah diambil sehingga tersisa kulitnya saja. Makanan ini jadi salah satu yang paling khas karena merupakan simbol kebahagiaan dan keberuntungan.

3. Ikan Bandeng

Tentunya Imlek tidak lengkap tanpa sajian ikan bandeng. Ikan bandeng yang licin mengisyaratkan usaha yang senantiasa lancar dan terus melaju ke depan, seperti ikan yang tak pernah berjalan mundur.

Namun, bila Anda bosan dengan sajian ikan bandeng yang biasa saja, mungkin bica mencoba sajian ikan bandeng legendaris khas Imlek. Menggunakan bahan dasar cabai merah dan belimbing wuluh untuk membuatnya menjadi pindang yang segar.

 


(FIR)