Mocopat Nusantara Salah Satu Cara Merawat Budaya

Farhan Dwitama    •    Senin, 22 May 2017 11:00 WIB
wisata religi
Mocopat Nusantara Salah Satu Cara Merawat Budaya
Pagelaran Ketoprak Lakon Sunan Kali Jogo, dalam memperingati hari Kebangkitan Nasional, Minggu 21 Mei 2017, di Rumah Budaya Nusantara Puspo Budoyo, Ciputat, Kota Tangerang Selatan. (Foto: Metrotvnews.com/Farhan Dwitama)

Metrotvnews.com, Tangerang: Dalam semangat mengisi hari Kebangkitan Nasional, Dompet Dhuafa bersama Rumah Pustaka Iman dan sejumlah cendikiawan muslim dan budayawan di Indonesia, menghadirkan jejaring Mocopatan sebagai bagian dari seni dan budaya Jawa di Indonesia. Minggu 21 Mei 2017, di rumah Budaya Nasional Puspo Budoyo, Ciputat, Kota Tangerang Selatan. 

Pendiri Dompet Dhuafa, Parni Hadi menyampaikan, "Sebagai lembaga penggerak masyarakat yang mentransformasikan nilai-nilai kebaikan, Dompet Dhuafa mengajak seluruh elemen mewujudkan kebangkitan seni mocopatan. Sehingga dengan merawat hal tersebut, kita akan tetap menjadi bangsa yang bermartabat dalam menanamkan nilai-nilai agama melalui dakwah dengan pendekatan budaya."



(Baca juga: Pagelaran Wayang, Upaya Mempertahankan Seni Budaya Indonesia)

Menurutnya, Budaya bagi bangsa Indonesia, tak hanya menjadi penanda khas suatu daerah saja. Ia berperan sebagai media yang cepat dan tepat untuk syiar dan dakwah. 

"Bahkan di era kejayaan kerajaan di nusantara, budaya menggema di hampir setiap sudut wilayah. Salah satunya adalah seni dan budaya mocopat," kata Parni. 

Mocopatan sendiri adalah seni suara dalam menyanyikan puisi atau sajak dengan iringan gamelan. Seni populer di Pulau Jawa ini sarat dengan muatan pesan kehidupan, termasuk sebagai media dakwah. 

Melalui kegiatan bertajuk "Senandung Cinta untuk Negeri 1001 Budaya," pihaknya ingin menjadikan kegiatan ini sebagai momentum peluncuran Jejaring Mocopat Nusantara. 

Dengan berkolaborasi bersama sejumlah elemen, termasuk Pustaka Iman dan Rumah Budaya Nusantara Puspo Budoyo, bersama merawat kembali budaya leluhur bangsa di era millennial sekarang ini, yang kental sebagai penguat dakwah dan alat pemberdayaan bangsa. 



"Seperti yang terpesan dalam jejak sejarah para wali songo, dalam sajian ketoprak yang ditampilkan, terlihat bagaimana para wali menegakkan Islam di tengah masyarakat," bilang dia. 

Kegiatan yang diselenggarakan sehari penuh ini tidak hanya menampilkan pagelaran ketoprak, sejumlah acara lain seperti pementasan seni drama musikal dan dongeng ceria.

Selain itu juga ada berbagai layanan gratis dari program pemberdayaan Dompet Dhuafa seperti layanan kesehatan gratis maupun program lainnya. Peluncuran sejumlah buku terkait dakwah penyebaran islam melalui pendekatan budaya ikut mewarnai gelaran tersebut. 








(TIN)