Pulau Penyengat, Mas Kawin Pahlawan Nasional untuk Sang Permaisuri

Anindya Legia Putri    •    Selasa, 28 Nov 2017 17:04 WIB
Pulau Penyengat, Mas Kawin Pahlawan Nasional untuk Sang Permaisuri
Pulau Penyengat sangat menarik, karena menjadi saksi kasih antara Sultan Mahmud Riayat Syah dengan istri terakhirnya, Engku Putri binti Raja Haji Syahid Fisabilillah. (Foto: Metrotvnews.com/Anindya Legia Putri)

Tanjungpinang: Jika berkunjung ke Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, mampirlah ke Pulau Penyengat. Pulau ini berukuran panjang 2000 meter, dengan lebar 850 meter. Jaraknya hanya sekitar 2 km dari Tanjungpinang, dan dapat ditempuh menggunakan pompon-sebutan untuk perahu bermotor.

Pulau ini sangat menarik, karena menjadi saksi kasih antara Sultan Mahmud Riayat Syah dengan istri terakhirnya, Engku Putri binti Raja Haji Syahid Fisabilillah. 

Pasalnya, pulau ini kerap kali disebut sebagai Pulau Mas Kawin. Disampaikan penduduk setempat, bahwa sebutan sebagai Pulau Mas Kawin bermula ketika Sultan Mahmud Riayat Syah atau Mahmud Syah III, yang merupakan raja kedelapan sekaligus raja terakhir dari Kesultanan Melaka, memersunting Engku Putri binti Raja Haji Syahid Fisabilillah (Raja Hamidah), sekitar tahun 1801 M. 


(Pulau Penyengat sangat menarik, karena menjadi saksi kasih antara Sultan Mahmud Riayat Syah dengan istri terakhirnya, Engku Putri binti Raja Haji Syahid Fisabilillah. Foto: Metrotvnews.com/Anindya Legia Putri)

Engku Puteri merupakan anak dari Raja Haji Fisabilillah Yang Dipertuan Muda Riau IV, yang merupakan pahlawan dari Riau yang gigih melawan penjajahan Belanda.

Saat itu, Mahmud Syah III, meminta kepada prajuritnya untuk membersihkan Pulau Penyengat agar dapat diserahkan kepada permaisurinya sebagai mahar atau mas kawin. Dan Pulau Penyengat dibuka sebagai kediaman Engku Puteri Raja Hamidah dan anak cucu zuriat (keturunan) Raja Haji Fisabilillah.

(Baca juga: Dua Kriteria Pelabuhan yang Akan Dihampiri dalam Wisata Kapal Pesiar)

Engku Puteri Raja Hamidah dikenal sebagai pemegang regalia atau kebesaran Kerajaan Riau Lingga. Ia pun mangkat dan dimakamkan di Pulau Penyengat pada tahun 1844. 

Makamnya terletak pada sebuah kompleks pemakaman diraja yang disebut Dalam Besar. Tepat di depan pintu masuk makam, terdapat papan yang bertuliskan Komplek Makam Raja Hamidah (Engku Puteri) Permaisuri Sultan Mahmud Shah III Riau_Lingga (1760-1812).


(Pulau Penyengat hanya sekitar 2 km dari Tanjungpinang, dan dapat ditempuh menggunakan pompon-sebutan untuk perahu bermotor. Foto: Metrotvnews.com/Anindya Legia Putri)

Tak hanya Engku Putri, komplek makam tersebut juga merupakan tempat peristirahatan terakhir Raja Ahmad (Penasihat Kerajaan), Raja Alihaji (Pujangga Kerajaan), Raja Abdullah Yom Riau Lingga IX, dan Raja Aisyah (Permaisuri).

Suami dari Engku Puteri, Sultan Mahmud Riayat Syah sendiri merupakan salah satu dari empat tokoh yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional Tahun 2017 dari Kepulauan Riau oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara Jakarta. 

Jokowi menganugerahkan Gelar Pahlawan Nasional melalui Keputusan Presiden RI Nomor 115/TK/TAHUN 2017 tanggal 6 November 2017 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional.







(TIN)