Batik jadi Ajang Promosi Budaya Indonesia di Benua Afrika

Sonya Michaella    •    Senin, 07 Nov 2016 11:04 WIB
gaya
Batik jadi Ajang Promosi Budaya Indonesia di Benua Afrika
Dubes RI untuk Senegal, Mansyur Pangeran perkenalkan budaya Indonesia (Foto: Dok. KBRI Dakar)

Metrotvnews.com, Jakarta: Warisan budaya Indonesia, batik, dipamerkan hingga ke benua Afrika. Batik Indonesia diperagakan langsung oleh finalis Miss Senegal 2016.

Dipamerkannya batik ini adalah permintaan langsung dari Presiden Komite Miss Senegal, Amina Badiane yang sangat tertarik dengan batik dan juga produk asli Indonesia.

Selain untuk mempromosikan keunikan batik Indonesia, Duta Besar RI untuk Senegal, Mansyur Pangeran sekaligus juga menunjukkan batik sebagai identitas nasional masyarakat Indonesia yang sudah diakui UNESCO.

Batik Indonesia hasil karya designer Batik Susilowati George Gerban dari Dubai berhasil memukau sekitar 300 tamu undangan yang hadir dalam acara tersebut.



Seperti keterangan tertulis dari KBRI Dakar yang diterima Metrotvnews.com, Senin (7/11/2016), Dubes Mansyur juga menggalang dukungan untuk Indonesia menjadi anggota tidak tetap DK PBB periode 2019-2020 lewat promosi batik ini.

Para tamu undangan sangat terkesan dan menyampaikan kekagumannya atas keindahan Batik Indonesia yang diperagakan oleh enam kontestan finalis Miss Senegal 2016. 

Perpaduan yang harmonis antara fashion show dengan pertunjukan budaya serta penataan ruang pameran, dan ruang resepsi serta panggung membuat fashion show Batik tampak elegan dan berkelas serta mendapat sambutan meriah dari para tamu dari kalangan diplomatik, pejabat pemerintah, organisasi internasional, pengusaha, operator pariwisata, jurnalis, LSM lokal dan internasional dan masyarakat madani.

Selain itu, dihidangkan pula aneka hidangan khas kuliner Indonesia seperti sate ayam, sate kambing, sate sapi, mie goreng, nasi goreng, lemper, bakwan udang sayur, dan martabak.



Kombinasi fashion show dan promosi kuliner pun tidak lengkap rasanya tanpa menghadirkan tarian tradisional Indonesia, yang dalam hal ini adalah Tari Merak dan Tari Lancang Kuning yang dipersembahkan oleh masyarakat Indonesia di Dakar.

Pada kesempatan itu, di koridor pintu masuk dan pertunjukkan juga ditampilkan berbagai barang-barang budaya Indonesia antara lain peralatan musik gamelan, patung Garuda Jatayu, patung semar, petruk, bagong dan gareng, patung roro loro blonyo, pojok Betawi dan pojok Batik. 

Berbagai produk batik rancangan Ibu Susilowati, lukisan batik, tas batik kombinasi kulit, sandal batik, peralatan membatik, perhiasan aksesoris wanita produksi Indonesia juga dipamerkan.

Melalui pagelaran fashion show batik tersebut, diharapkan pengenalan dan pemahaman mengenai seni budaya Indonesia yang semakin baik oleh masyarakat di Senegal, dapat semakin meningkatkan hubungan dan kerja sama antara Senegal dan Indonesia di berbagai bidang.



(DEV)