"Greener Nusantara" Program Starbucks Indonesia untuk Mengurangi Limbah Plastik

Yatin Suleha    •    Senin, 01 Oct 2018 09:00 WIB
starbucks indonesia
Greener Nusantara Program Starbucks Indonesia untuk Mengurangi Limbah Plastik
Starbucks Indonesia mulai 1 Oktober 2018 mengumumkan seluruh gerainya di Bali akan mulai menggunakan material-material ramah lingkungan. (Foto: Dok. Starbucks Indonesia)

Jakarta: Apakah Anda penyuka kopi? Jika iya Anda pasti tahu salah satu gerai kopi asal Amerika Serikat dengan logo putri duyung yang tengah memegang dua ekornya. Ya, tak lain yaitu Starbucks yang telah berdiri sejak 1971.

PT Sari Coffee Indonesia, selaku pemegang lisensi resmi Starbucks Indonesia mulai 1 Oktober 2018 mengumumkan seluruh gerainya di Bali akan mulai menggunakan material-material “hijau” yang memiliki dampak positif untuk lingkungan melalui “Starbucks Greener Nusantara”.

“Sejak Starbucks mengumumkan komitmen globalnya bulan Juli lalu untuk tak lagi menggunakan sedotan plastik tahun 2020, kami ingin memastikan bahwa Starbucks Indonesia tidak statis dan bekerja keras dengan cepat untuk memastikan komitmen ini
terealisasi tepat waktu,” ungkap Anthony Cottan, Direktur Starbucks Indonesia. 

“Greener Nusantara adalah langkah untuk menciptakan pendekatan strategis untuk mendukung pemerintah dan otoritas lokal sehingga semua orang akan sama-sama menuju gaya hidup yang lebih berkelanjutan,” tambahnya. 


(Starbucks Indonesia mulai 1 Oktober 2018 mengumumkan seluruh gerainya di Bali akan mulai menggunakan material-material ramah lingkungan. Foto: Dok. Starbucks Indonesia)

(Baca juga: Starbucks Luncurkan Kampanye Greet with a Cup)

Penggunaan sedotan plastik sekali pakai akan diganti dengan sedotan berbahan dasar kertas yang aman digunakan. Kantong plastik akan diganti dengan bio-cassava bag yang terbuat dari singkong yang mudah terurai, sedangkan sendok, garpu, dan pisau akan menggunakan bahan dari pati jagung sebagai sumber yang terbaharui, polylactic acid (PLA). 

Sementara itu, pengaduk kopi dari plastik akan diganti dengan bahan kayu, dan semua gelas plastik yang digunakan untuk minuman dingin akan diganti dengan gelas daur ulang dengan komponen yang berbahan recycled poly-ethylene terephthalate (rPET).

Starbucks Indonesia juga sebelumnya telah berinovasi dalam menciptakan kemasan yang lebih baik dimulai dengan tas kertas khasnya yang unik sejak diluncurkan tahun 2002.

Inisiatif lainnya termasuk program “Bring Your Own Tumbler” (BYOT) yang telah dan terus dilakukan pada tanggal 22 setiap bulannya-program yang mendorong para konsumen Starbucks untuk menggunakan lebih sedikit cangkir plastik dan kertas.

Melalui program BYOT sendiri tahun lalu, ada lebih dari 1,9 juta transaksi menggunakan tumbler yang dapat digunakan kembali.

Pengurangan limbah Bali juga akan menjadi pasar uji coba untuk pemanfaatan 100 persen limbah daur ulang ampas kopi di bulan Oktober, melalui program “Grounds for Hope”.

Program ini mengolah ampas kopi yang terbuang, dikumpulkan dan dikirim ke pihak luar yang akan mendaurulangnya menjadi kompos. Dalam hal ini, Starbucks Indonesia berkolaborasi dengan Catalyze Communications dan Bali Compost Crafters.

“Bali adalah area dengan jumlah kedai Starbucks terbanyak setelah Jabodetabek, dan ini menjadikannya lokasi yang sesuai untuk peluncuran aksi besar Starbucks Indonesia sebelum nantinya akan kami luncurkan dalam skala nasional,” kata Andrea Siahaan, Senior GM PR & Communications. 

"Kami berharap untuk dapat memperluas cakupan gerakan ini ke skala nasional setelah percobaan di Bali berjalan dengan sukses,” tambahnya.  


(TIN)