Geopark Night Specta 2017 Ramaikan Akhir Pekan di Gunungkidul

Ahmad Mustaqim    •    Kamis, 16 Nov 2017 13:06 WIB
Geopark Night Specta 2017 Ramaikan Akhir Pekan di Gunungkidul
Ilustrasi gapura masuk memasuki wilayah Kabupaten Gunungkidul. (Foto: Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim)

Gunungkidul: Acara wisata dan seni bertema Geopark Night Specta 2017 akan menjadi sajian akhir pekan bagi wisatawan serta masyarakat di Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Gelaran yang dilakukan di Kawasan Pantai Krakal pada Sabtu 18 November 2017 akan sekaligus menjadi bagian dalam melestarikan kawasan Pegunungansewu Gunungkidul yang telah diakui UNESCO. 

Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Saryanto mengungkapkan Geopark Night Specta menjadi puncak dari acara Festival Geopark yang dihelat selama tahun 2017. Serangkaian acara festival Geopark telah dilakukan sebagai edukasi masyarakat. Meski telah jadi warisan dunia lebih dari tiga tahun, ia mengatakan, belum banyak masyarakat yang sepenuhnya peduli dengan Pegunungansewu. 

Pegunungansewu memperoleh pengakuan UNESCO menjadi warisan geologi dunia atau Globak Geopark Network sejak 2015. Pegunungansewu membantang dari Kabupaten Gunungkidul, Kabupaten Wonogiri (Jawa Tengah), dan Kabupaten Pacitan (Jawa Timur) dengan panjang wilayah 1.802 kilometer. 

"Kami menilai masyarakat yang belum memahami sepenuhnya tentang geopark perlu kita ajak untuk ikut menjaga," kata Saryanto di Gunungkidul pada Kamis, 16 November 2017. 

Geopark Night Specta akan menyajikan beragam hiburan dari kesenian lokal, regional, sampai nasional. Saryanto mengatakan puncak acara ini akan diselenggarakan kolaborasi Dinas Pariwisata Gunungkidul dan Dinas Pariwisata DIY. Acara ini sekaligus melibatkan forum lintas komunitas pariwisata. 


(Ilustrasi gapura masuk memasuki wilayah Kabupaten Gunungkidul. Foto: Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim)

Acara akan dimulai sejak pukul 13.00 WIB. Mulai dari jathilan dan penampilan band-band setempat akan menghibur masyarakat dan penonton lain. "Nanti juga ada fly pass dan aero modelling dari Persatuan Atletik Seluruh Indonesia atau PASI," ungkapnya. 

(Baca juga: Pesona Gunung Gentong Gedangsari Gunungkidul)

Pada malam harinya, akan dilakukan arak-arakan obor oleh kelompok pemuda dan masyarakat setempat. Hingga acara selesai juga akan dilakukan doa bersama dengan para pemuka agama setempat. 

Saryanto mengatakan, acara tersebut sekaligus mendorong agar kunjungan wisatawan agar bisa meningkat dan lebih betah. Sebab, selama ini wisatawan hanya mampir dan jarang ada yang bermalam. Pada tahun lalu, hampir 3 juta wisatawan berwisata di Gunungkidul. 

Akhir 2017 ini, ajang Baron Techno Festival akan menyambut libur akhir tahun. Acara yang direncanakan pada 9 Desember 2017 diharapkan bisa terus menarik kunjungan wisatawan. 

"Tahun mendatang, akan kami adakan event malam. Tahun 2018 akan memgadakan event di hampir sepanjang waktu agar bisa mendapatkan pengunjung lebih banyak lagi," ungkapnya. 

Bupati Badingah berharap wisatawan kian betah di Gunungkidul. "Kalau ada wisatawan menginap jadi bisa memberi dampak ekonomi bagi pelaku wisata di sini," ujarnya. 







(TIN)