Pentingnya Autentisitas dalam Membangun Start-up Kuliner Nusantara

Sri Yanti Nainggolan    •    Rabu, 08 Mar 2017 09:09 WIB
tips karier
Pentingnya Autentisitas dalam Membangun Start-up Kuliner Nusantara
Ada beberapa yang perlu diperhatikan para pebisnis di bidang kuliner dengan bidang spesifik tersebut dimana salah satunya adalah autentitas dalam dalam menyajikan makanan. (Foto: Pinimg)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menjajal berwirausaha baru atau strart-up nampaknya semakin diminati generasi muda. Tak hanya di bidang IT, namun juga mencakup segala bidang, termasuk kuliner.

Hal tersebutlah yang membuat kecap Bango yang kembali mengadakan Festival Jajanan Bango 2017 dengan sasaran para start-up kuliner nusantara.

"Tema ini diambil karena sadar akan perlunya regenerasi (dalam hal kuliner nusantara) dan sepertinya anak muda sekarang juga sudah mulai sadar. Mereka baru dua minggu tak makan makanan nusantara, seperti sate atau nasi goreng, saja sudah kangen," ungkap Arie Parikesit selaku pengamat dan penggiat komunitas pelestarian kuliner nusantara dalam konferensi pers Kick-off Festival Jajanan Bango 2017, Selasa (7/3/2017).



Oleh karena itu, menurutnya, tak heran bila generasi muda mulai terinspirasi untuk membuat bisnis masakan nusantara. Bisnis di bidang ini juga dinilai cukup menjanjikan dimana bisa dijadikan sebagai pilihan karier kelak.

Arie juga mengungkapkan bahwa ada beberapa yang perlu diperhatikan para pebisnis di bidang kuliner dengan bidang spesifik tersebut dimana salah satunya adalah autentitas dalam dalam menyajikan makanan. 

(Baca juga: Tantangan Membangun Bisnis Start Up)

Hal tersebut juga dinilai penting oleh Chef Defan Septoaji yang merupakan chef ternama di bidang khas nusantara.

"Autentitas dilihat dari bagaimana kita tahu asal masakan itu dari mana. Misalnya, kita tahu kalau masakan Malaysia dan Tailand memakai bahan makanan yang sama dengan kita. Lalu apa yang membedakan? Cara memasaknya, itu perlu diperhatikan," terang Chef Degan pada kesempatan yang sama.

Selain itu, Arie juga mengungkapkan bahwa hal lain yang diperlukan untuk pengembangan makanan tradisional adalah komitmen untuk menjaga warisan kuliner nusantara, semangat mengembangkan usaha, strategi pengembangan dan pemasaran melalui IT, dan berbagai hal lainnya. 



(TIN)