Belajar Pengembangan Industri Wisata dari India

Wahyu Dwi Anggoro    •    Rabu, 06 Dec 2017 19:19 WIB
wisata asia
Belajar Pengembangan Industri Wisata dari India
Ellora Caves, Maharashtra (Foto: Dok.Incredible India)

Guwahati: Industri pariwisata India mengalami peningkatan yang cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir seiring berjalannya kampanye pariwisata Incredible India  yang menyasar wisatawan mancanegara sejak 2002.

Tahun ini, peringkat daya saing pariwisata India naik ke posisi 40. Sebelumnya, negeri dengan jumlah penduduk sebanyak 1,3 milyar orang tersebut berada di posisi 52.

Laporan the Travel and Tourism Competitiveness Index (TTCI) 2017 yang dikelola oleh World Economic Forum (WEF) memasukkan India dalam daftar negara dengan perkembangan pariwisata yang pesat tahun ini. Riset lainnya yang dikeluarkan oleh the World Travel and Tourism Council (WTTC) menyatakan India akan menjadi negara dengan potensi pariwisata terbaik pada periode 2016-2026.

"Dalam hal jumlah kunjungan wisatawan mancanegara, India berada di peringkat 25. Namun, dalam hal pendapatan dari sektor pariwisata, India berada di peringkat 13," kata Sekretaris Gabungan Kementerian Pariwisata India Suman Billa dalam gelaran the 6th International Tourism Mart 2017 for the North East Region  di Guwahati, Assam pada Rabu, 6 Desember 2017.

"Ketika para wisatawan melakukan kunjungan ke India, mereka menginap lebih lama dan berbelanja lebih banyak," tambahnya.

Suman menjelaskan ada beberapa alasan di balik kesuksesan pariwisata India akhir-akhir ini. Pertama, perluasan fasilitas e-Visa yang kini mencakup 162 negara. Kedua, peluncuran layanan bantuan bebas pulsa dalam 13 bahasa dunia. Ketiga, peningkatan kampanye Incredible India dalam bentuk digital. Terakhir, peresmian berbagai proyek infrastruktur pendukung senilai USD1 miliar.

"Kita mengerti bahwa India adalah negara yang sangat kompleks. Oleh karena itu, kemungkinan terjadinya kesimpangsiuran informasi cukup besar. Sebagai solusinya, kami menyediakan layanan untuk para wisatawan mancanegara. Dengan demikian, mereka bias menanyakan berbagai hal dengan mudah," ujarnya.

"Layanan ini beroperasi selama 24 jam sehari dan 7 hari seminggu ini sangat diperlukan ketika ada kondisi darurat. Ini juga dapat diakses di mana saja,” tukasnya.





(DEV)