Semarang Hebat

Anindya Legia Putri    •    Rabu, 17 Jan 2018 15:15 WIB
galeriindonesiakaya
Semarang Hebat
Lawang sewu di Semarang. Antara Foto/Harviyan Perdana Putra/tom/kye/17

Jakarta: Seperti kota-kota besar lainnya di Indonesia, Semarang juga memiliki daya tarik. Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah ini menawarkan beragam wisata, kuliner, tradisi, dan seni budaya.

Semarang dijuluki Venetië van Java, karena banyak sungai mengalir di tengah kota, seperti di Venesia, Italia.

Seribu Pintu atau Lawang Sewu salah satu ikon wisata di Semarang yang sangat populer. Tak hanya itu, Desa Wisata Kandri di Kelurahan Sukorejo, Gunungpati juga menarik dikunjungi. Di desa wisata ini, Anda akan disuguhi tarian Gunungpati.

Tarian ini bercerita tentang kehidupan masyarakat yang membawa hasil panen dan melalui beberapa tempat dalam lagu tersebut.

Desa Wisata Kandri juga menawarkan kekayaan alam yang dapat diolah, lalu dijual, seperti sego ketek. Sego ketek adalah nasi yang dibungkus daun jati berisi ikan asin dan sayur. Sego ketek punya cita rasa khas dan nikmat.

Tempat menarik lainnya adalah bengkel barongsai milik pengerajin Sutikno Wijaya di Setelan, Semarang Barat. Bengkel ini telah menggeluti kesenian barongsai sejak 30 tahun lalu secara turun temurun sejak tiga generasi.

Bagi Anda yang ingin mencari produk UKM berkualitas premium, datang ke Semarang Kreatif Galeri di Kota Lama. Galeri ini dibangun sebagai wujud nyata Pemerintah Kota Semarang dalam membangun dan mendukung para pengerajin lokal mengembangkan dan memamerkan karya mereka.

Semarang Kreatif Galeri menyimpan dan menjual berbagai jenis karya pengerajin lokal, mulai dari tas, sepatu, baju, aksesoris gelang, dan kerajinan lainnya.

Lelah berwisata, saatnya Anda mencicipi sajian kuliner legendaris khas Semarang, yakni nasi glewo. Nasi glewo merupakan makanan yang populer pada era 70 hingga 80-an. Sayang, kuliner yang satu ini sudah jarang ditemui dan hampir punah.

Nasi glewo merupakan nasi gurih yang diberi lauk opor daging sapi, koyor, tahu, sambal goreng labu siam, dan areh (bumbu gudeg).

Setelah itu, durian di kebun milik Pak Kholil di Kelurahan Bubakan, Kecamatan Mijen, bisa menjadi sajian tepat untuk kudapan setelah makan. Durian Pak Kholi legit, bijinya kecil, daging buah pulen, tidak lengket di tangan, dan kuning.

Durian Pak Kholil menyabet juara pertama tingkat nasional untuk kategori produksi durian unggul lokal.

Mau tahu serunya wisata di Kota Semarang, saksikan program IDEnesia dalam episode Semarang Hebat, Kamis, 18 Januari 2018, pukul 21.05 WIB di Metro TV.


(TRK)