Menu ala Jepang Bertemu Cita Rasa Pedas Lokal, Bagaimana Rasanya?

Sri Yanti Nainggolan    •    Selasa, 20 Feb 2018 14:59 WIB
kuliner
Menu ala Jepang Bertemu Cita Rasa Pedas Lokal, Bagaimana Rasanya?
(Foto: Sri Yanti Nainggolan)

Jakarta: Rasa pedas adalah salah satu rasa favorit sebagian besar orang Indonesia. Apapun makanannya, kebanyakan dari kita akan mencocolkan sambal untuk menikmatinya.

"Orang Indonesia suka makanan pedas, bahkan kalau ke luar negeri membawa sambal, baik botol maupun sachet. Karenanya kami membuat sambal lokal untuk menemani menu kami," ujar Fransisca Lucky selaku Marketing Communication Group Head PT Eka Bogainti (Hokben) dalam temu media, Selasa, 20 Februari 2018.

Menurut sebuah riset kecil yang diadakan perusahaan makanan tersebut pada 2017, terdapat tiga sambal favorit yang digemari di daerah Jawa dan Bali. Ketiganya adalah sambal matah dari Bali, sambal hijau dari Padang, dan sambal bawang dari Jawa.

Ketiga sambal yang didominasi rasa pedas dengan nuansa berbeda ini diharapkan dapat bercampur dengan kegurihan masakan khas Jepang, terutama menu bento.

Saat mencicipinya, kesegaran pada sambal matah akan memenuhi lidah, demikian pula dengan rasa khas cabai hijau pada sambal hijau. Bagi pelanggan yang ingin merasakan sensasi pedas yang lebih tahan lama, sambal bawang adalah pilihan yang tepat.

"Percampuran ini kami harapkan dapat memberikan rasa exciment (semangat) dan experience (pengalaman) saat mencicipinya. Misalnya, ketika sambal hijau dicampur daging sapi ala Jepang," tambah Jasata selaku Division Head Brand Activation PT Eka Bogainti (Hokben) pada kesempatan yang sama.

Selain rasa pedas, rasa manis juga cukup disenangi oleh masyarakat lokal. Oleh karena itu, HokBen memberikan inovasi pada menu terbaru Hoka Suka yang memasukkan makanan tambahan seperti acar kuning dan kering kentang. Kedua makanan pendamping tersebut terasa cocok di lidah saat dikonsumsi dengan lauk daging atau ikan yang gurih.

Menu Hoka Suka yang terdiri dari tiga pilihan lauk (yakitori grilled, ebi furai, dan chicken katsu) dengan tambahan lokal kering kentang, acar kuning, dan Sambal Indonesia. Namun, Sambal Indoenesia juga dapat dinikmati secara terpisah dengan harga Rp 5 ribu per sachet.

 


(DEV)