Andy Easthope Berbagi Ilmu Soal Kopi

Yatin Suleha    •    Senin, 01 Oct 2018 06:00 WIB
kulinerkopi
Andy Easthope Berbagi Ilmu Soal Kopi
Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia di Jakarta memboyong Andy Easthope, seorang National Coffee Academy Manager dari Grinders Coffee Roasters di Australia, untuk membagi ilmu soal kopi. (Foto: Dok. Medcom.id/Yatin Suleha)

Jakarta: Siapa yang tak suka kopi. Minuman yang saat ini sudah banyak variasinya seperti cappuccino, latte, espresso, frappe, dan masih banyak lagi yang lainnya ini sudah menjadi bagian dari budaya keseharian. Indonesia kini bahkan sudah menjadi produsen dan eksportir kopi terbesar keempat di dunia.

Kita patut berbangga karena Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Aceh serta Sulawesi Selatan merupakan penyumbang kopi terbesar Indonesia saat ini.

Tapi, tentu saja bicara soal kopi yang paling penting adalah biji kopi itu sendiri serta bagaimana Anda menyangrainya (brewing) agar rasa kopi bisa enak.

Dalam kesempatan yang berharga, Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia di Jakarta memboyong Andy Easthope, seorang National Coffee Academy Manager dari Grinders Coffee Roasters, Sabtu, 29 September 2018 lalu untuk membagi ilmu soal kopi di Anomali Coffee Senopati, Jakarta Selatan.


(Andy Easthope berbagi ilmu dalam advanced coffee skill master class bersama Indonesia Coffee Academy di Anomali Coffee, Senopati, Jakarta Selatan, Sabtu, 29 September 2018. Foto: Dok. Medcom.id/Yatin Suleha)

"Kopi dan cafe adalah bagian dari kehidupan sehari-hari baik bagi warga Australia juga Indonesia. Dan banyak yang bisa kita pelajari satu sama lain," ucap Gary Quinlan, Duta Besar Australia untuk Indonesia.

Ia menambahkan bahwa Australia juga menawarkan training berkualitas tinggi dalam bidang kopi dan hospitality industri selain daripada kopinya itu sendiri yang sudah sangat terkenal di dunia.

Dan Andy di kesempatan yang sama membagi ilmunya bersama Indonesia Coffee Academy. 

(Baca juga: Australia Bantu Tingkatkan Kesejahteraan Petani Kopi Indonesia)

"Saya sudah berkecimpung di dunia kopi selama 15 tahun, dan dalam perjalanan saya menemukan banyak hal tentang kopi dari hanya sekedar teknik (penyajian) kopi yang digunakan. Sama halnya juga dengan bagaimana Anda mengubah kualitas serta bagaimana kualitas (kopi) itu sendiri," papar Andy yang merupakan pemimpin senior di Grinders Coffee Roasters.

Grinders Coffee sendiri adalah penyangraian biji kopi Fairtrade terbesar di Australia. Dan Grinders Coffee Roasters di Australia juga berfokus pada inisiatif kualitas kopi serta penelitian dan pengembangan yang luas.

"Jadi saya mengembangkan passion (tentang) kopi dari brewing kopi, dan semakin lama saya bekerja di dalam industri ini semakin saya melihat (peningkatannya) lebih baik," tambah Andy lagi.


(Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia di Jakarta memboyong Andy Easthope, seorang National Coffee Academy Manager dari Grinders Coffee Roasters di Australia, untuk membagi ilmu soal kopi. Foto: Dok. Medcom.id/Yatin Suleha)

Senada dengan Andy, Aris Kadarisman lecture dari Indonesia Coffee Academy juga mengatakan bahwa saat ini orang semakin detail dalam menyajikan kopi. Timing yang tepat dalam menyajikan kopi, brewing yang baik, menjaga kualiatas kopi sebelum dibrewing dan sesudahnya termasuk bagaimana menyajikan kopi yang ideal dari sumber penting lainnya yaitu dari air. 

"Sekarang ini trennya sudah beda. Orang lebih detail dalam menyajikan dan menjaga kualitas kopi termasuk dari kualitas airnya juga," papar Aris dalam kesempatan yang sama.

"Mungkin orang melihatnya complicated ya, rumit banget bikin kopi cuma memang untuk bisa membuat good quality coffee memang jauh lebih diperhatikan," ujar Aris lagi.

Begitu detail dalam kelas advanced coffee skill master class Andy juga menerangkan apa yang terjadi pada kopi jika kita menyeduhnya dengan beberapa suhu yang berbeda. "80, 90, 94 serta 100 derajat celcius, bisa menghasilkan kopi yang berbeda," terang lelaki yang pernah bekerja sebagai barista ini.

Tim Medcom.id juga sempat merasakan perbedaan dari kopi yang sama, disangrai dengan cara sama namun disajikan dalam 4 kadar panas air yang berbeda.

Hasilnya mengejutkan satu sama lain tak sama. Ada yang terasa pahit sekali, lebih terasa asam, ada juga rasa sedikit fruity. 

Jadi bagaimana menyajikan kopi yang ideal? "Itulah uniknya dalam menyajikan kopi, Anda bisa mencoba trial dan error untuk bisa mendapatkan berbagai rasa kopi. Apa yang akan Anda temukan (hasil kopinya) tergantung pada bagaimana Anda membuat (menyeduh). Metode brew yang Anda gunakan," tukas lelaki yang bersertifikat Q grader ini.

"Secara general ini melihat bagaimana cara terbaik yang Anda hasilkan. Kita mencobanya melalui cupping. Dan merasakan hasil terbaik dari cupping adalah proses dari pencarian grind size untuk membuat kopi terasa enak dan mencoba beberapa parameter yang ideal (dari panas air, banyak air, kecepatan hasil seduhan, dan lainnya). Jadi ini adalah bagaimana Anda menemukan hasilnya. Ini soal bagaimana Anda mencari (yang ideal) dari rasa kopi tersebut," jawab lelaki yang juga berkesempatan menghadiri event Jakarta Coffee Week sekaligus menjadi juri tamu pada perhelatan bergengsi Indonesia AeroPress Championship 2018 Competition. 




(TIN)