Alasan Ada Tradisi Bola Jatuh di Times Square Setiap Tahun Baru

Raka Lestari    •    Rabu, 27 Dec 2017 19:40 WIB
perayaan tahun baru
Alasan Ada Tradisi Bola Jatuh di Times Square Setiap Tahun Baru
Tradisi merayakan bola besar yang dijatuhkan di Times Square merupakan sesuatu yang dinantikan oleh banyak orang setiap perayaan tahun baru. (Foto: Courtesy of BallDrop.com)

Jakarta: Tradisi merayakan bola besar yang dijatuhkan di Times Square merupakan sesuatu yang dinantikan oleh banyak orang setiap perayaan tahun baru.

Semuanya berawal saat kapten kapal membutuhkan cara yang baik untuk melacak waktu agar bisa bernavigasi. Sebenarnya sudah ada mesin yang bernama chronometer namun seringkali tidak sinkron.

Sehingga Kapten Robert Wauchope memiliki gagasan untuk menjatuhkan bola raksasa dari posisi tinggi di dekat pantai. Yang pertama turun pada 1829, di Portsmouth, Inggris untuk menandai siang hari. Ide tersebut pun dimengerti oleh orang-orang.

(Baca juga: Soekarwo Imbau Warga tak Berlebihan Rayakan Malam Tahun Baru)



(Tradisi merayakan bola besar yang dijatuhkan di Times Square merupakan sesuatu yang dinantikan oleh banyak orang setiap perayaan tahun baru. Foto: Courtesy of BallDrop.com)

Akhirnya terinspirasi oleh tradisi ini, para pebisnis di kota mulai melakukan tradisi menurunkan bola sendiri. Ini menjadi sesuatu yang bergengsi bagi perusahaan untuk menunjukkan bahwa mereka bisa menjaga waktu, namun tetap bisa diterima secara universal.

Penduduk kota rupanya menyukai praktik tersebut dan benar-benar menggunakan jatuhnya bola besar tersebut untuk mengatur jam mereka sendiri.

Karena ingin membuat tradisi tahun baru yang berbeda dari biasanya, Adolph Ochs, penerbit The New York Times dan orang yang menggagas kota tersebut nama Times Square memutuskan untuk mengadakan pesta kembang api di gedung Times Square pada tahun 1904.

Dan karena tidak mendapatkan izin untuk mengadakan pesta kembang api tiga tahun kemudian, ia pun mencoba menempelkan bola waktu yang bercahaya ke gedung dan menurunkannya pada tengah malam. Tradisi tersebut pun terus dirayakan sampai saat ini meskipun banyak orang yang tidak mengetahui maksud dibalik tradisi tersebut.









(TIN)