Pesan Kebinekaan dari Kampung Merah Putih Kiom di Tual

Elang Riki Yanuar    •    Kamis, 01 Feb 2018 19:11 WIB
Wisata Tual
Pesan Kebinekaan dari Kampung Merah Putih Kiom di Tual
Mural Kampung Merah Putih Kiom di Tual (Foto: medcom/elang)

Jakarta: Tak hanya membenahi sarana dan fasilitas Desa Kiom, Pemerintah Kota Tual juga mempercantik wilayah yang dulu dikenal kumuh tersebut. Didukung oleh perusahaan cat Pacific Paint, Desa Kiom kini dicat merah putih dan dihiasi sejumlah mural.

Tema mural yang ada di Kampung Merah Putih Kim dibuat beraneka ragam. Mulai dari persatuan, Bhinneka Tunggal Ika, kebudayaan Suku Kei hingga pahlawan nasional. Pahlawan nasional seperti proklamator Indonesia Soekarno dan Hatta hingga Pattimura dihadirkan di desa ini.

"Kami ingin memperindah. Gambar yang ada di sana (mural) sesuai anjuran pemerintah NKRI kita juga Bhineka Tunggal Ika. Kita Bhineka tapi kita Indonesia," kata Direktur Pacific Paint Suryanto Tjokrosantoso di Tual.


Kampung Merah Putih Kiom di Tual (Foto: medcom/elang)

Tak hanya pahlawan setempat, pahlawan dari wilayah lain seperti I Gusti Ngurah Rai juga dibuatkan mural oleh tim seniman mural dari Jakarta dan Yogyakarta. Ada tokoh nasional seperti Gus Dur.

"Inilah cerita Kei yang ada kearifan lokal yang spesifik. Ada di area tertentu, tak ada di area lain. Inilah Tual, inilah kei. Di dalam Kei itu ada kebinekaan. Dalam kebinekaan itu ada persatuan," katanya.


Kampung Merah Putih Kiom di Tual (Foto: medcom/elang)

Setelah dicat merah putih dan dimural, Desa Kiom memang tampak lebih rapi. Kehadirannya sekarang justru menjadi daya tarik bagi wisatawan yang melintasi Jembatan Watdek yang menghubungkan Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual.

"Di era sekarang, banyak yang pengin datang dan selfie dan lama kelamaan akan berpotensi jadi tempat wisata. Sehingga ada perputaran ekonomi untuk membantu pemberdayaan masyarakatnya sendiri Harus ada aktivitas ekonomi di dalam masyarakat yang ada di sana," tutur Suryanto.


Kampung Merah Putih Kiom di Tual (Foto: medcom/elang)

Penataan Desa Kiom merupakan bagian program yang dimiliki Pemerintah Kota Tual menghapus tempat kumuh dan menatanya menjadi lebih bagus. Sejak 2016 pemerintah punya Program KOTAKU (Kota Anti Kumuh) yang dimulai sejak 2016 itu diharapkan rampung pada 2019.

"Saya ingin Kiom memiliki nilai keindahannya. Jika laut surut, akan terlihat kumuhnya kampung itu. Saya berharap satu dua tahun ke depan ada perekonomian yang tubuh di sana. Selain membuat wajah kota kami yang indah. Kami juga berharap kota Tual dianggap sebagai kota maju yang sejajar dan setara dengan kota-lain ada di Indonesia," ujar Wali Kota Tual Adam Rahayaan.  


 
(ELG)