Dan Buettner: Singapura Dianggap Negara Paling Bahagia di ASEAN

Sri Yanti Nainggolan    •    Senin, 29 Jan 2018 13:16 WIB
wisatasingapura
Dan Buettner: Singapura Dianggap Negara Paling Bahagia di ASEAN
Menurut Dan Buettner, National Geographic Fellow dan penulis terlaris New York Times, tempat yang paling membahagiakan di Asia adalah Singapura, karena negara ini didasarkan pada seperangkat nilai yang jelas. (Foto: Larry teo/Unsplash.com)

Jakarta: Seorang ahli menyebutkan bahwa mengubah lingkungan sekitar, dibandingkang perilaku, adalah kunci untuk hidup lama dan bahagia. 

Dan Buettner, National Geographic Fellow dan penulis terlaris New York Times, menyarankan bahwa bukannya kota-kota besar yang mewah, kota-kota berukuran menengah cenderung lebih bahagia dan cukup besar sehingga orang bisa mendapatkan pekerjaan, pasangan, dan juga kehidupan sosial yang bagus

"Kebahagiaan adalah tentang menyingkirkan kekhawatiran seperti bagaimana jika saya sakit, apa yang terjadi saat saya sudah tua. Mereka bebas mengejar hasrat mereka dalam pekerjaan mereka," kata Buettner dalam World Economic Forum (WEF). 

Menurutnya, orang seharusnya memilih pekerjaan yang mereka cintai, bersosialisasi tujuh sampai delapan jam sehari, bahagia dalam cinta, memiliki anjing dan tinggal di tempat yang tepat.

 "Jika Anda ingin lebih bahagia, jangan ubah perilaku Anda, ubah lingkungan sekitar Anda," tambahnya. 

Hidup dengan tujuan yang kuat, diberi energi oleh jaringan sosial orang (kelompok suku dan komunitas yang tepat) yang memiliki kebiasaan sehat seperti makan dengan bijak dan bergerak secara alami; memungkinkan orang melakukan hal yang benar untuk waktu yang cukup lama, dan mencegah mereka dari penyakit kronis seperti serangan jantung, diabetes atau kanker.

Hampir 40 persen kebahagiaan seseorang berada di bawah kendalinya, ungkap Buettner.

"Kebahagiaan ini berasal dari 'portofolio seimbang' dalam hal emosi, tujuan, dan kepuasan harian Anda serta sikap positif. Jika Anda pikir Anda bahagia, Anda memang bahagia," katanya. 

Buettner, seorang penjelajah, juga terkenal karena berkeliling dunia menggunakan sepedanya untuk mendapatkan tiga Guinness Book of World Records.

Dia telah menemukan lima tempat di dunia, yang disebut "Zona Biru"  yaitu Okinawa, Jepang; Sardinia, Italia; Nicoya, Kosta Rika; Ikaria, Yunani, dan Loma Linda, California. Kelimanya merupakan tempat orang hidup terpanjang dan paling sehat.

(Baca juga: Rahasia Panjang Umur hingga 100 Tahun)

Menurut Buettner, tempat yang paling membahagiakan di Asia adalah Singapura, karena negara ini didasarkan pada seperangkat nilai yang jelas: bahasa tunggal, harmoni, kepemilikan rumah, keragaman etnis, aturan yang keras pada kejahatan dan keamanan perbatasan.

"Ketika Anda melihat datanya, mereka melaporkan tingkat kepuasan hidup tertinggi, dan mereka memiliki salah satu harapan hidup dan produk domestik bruto (PDB) tertinggi," katanya.


(Menurut Buettner, tempat yang paling membahagiakan di Asia adalah Singapura, karena negara ini didasarkan pada seperangkat nilai yang jelas. Foto: Igor Ovsyannykov/Unsplash.com)

"Keamanan lebih penting bagi kebahagiaan kita daripada kebebasan," Buettner mencatat.

Sementara, kelompok paling bahagia di seluruh dunia adalah orang-orang Denmark, karena ambisi tidak begitu tinggi dan kebutuhan mereka diurus dan mereka bebas untuk mengejar hasrat mereka.

Selain itu, orang-orang yang tinggal di Kosta Rika adalah orang yang paling bahagia sekaligus memiliki angka kehidupan yang tinggi di dunia. Hal ini dikarenakan mereka menomersatukan pada keluarga dan agama.

"Orang-orang ini berinteraksi satu sama lain secara sosial lebih dari tujuh sampai delapan jam sehari, bukan di Facebook, tapi di dunia nyata, entah itu berjalan ke gereja atau menjalani kehidupan sehari-hari," kata Buettner.











(TIN)