Trik Mempersiapkan Bujet Liburan Akhir Tahun

   •    Jumat, 15 Dec 2017 13:24 WIB
libur natal
Trik Mempersiapkan Bujet Liburan Akhir Tahun
Ilustrasi. (Metrotvnews.com)

Jakarta: Momen akhir tahun bertepatan dengan perayaan natal dan tahun baru kerap dimanfaatkan oleh banyak orang untuk berlibur. Bisa dikatakan, selain destinasi wisata hal paling penting yang juga harus dipersiapkan dengan matang adalah bujet atau biaya.

"Semua perlu persiapan, termasuk agar uang Kita enggak langsung habis perlu perencanaan matang. Kalau yang agak mahal atau agak jauh sedikit memang perlu direncanakan sejak jauh hari," ungkap Perencana Keuangan Wike Rini, dalam Selamat Pagi Indonesia, Jumat 15 Desember 2017.

Wike mengatakan idealnya mempersiapkan diri untuk liburan bisa dilakukan sejak setahun atau 6 bulan sebelum keberangkatan. Tetapi jika keinginan liburan tidak bisa ditunda terlalu lama, bisa juga dipersiapkan sejak sebulan sebelumnya.

Dananya sendiri bisa disiapkan dengan sengaja. Bisa dilakukan dengan menabung secara rutin setiap bulan atau mengandalkan gaji dari bulan sebelumnya.

"Hanya rekomendasinya kalau Anda tidak menabung secara rutin, boleh pakai gaji tapi tidak boleh semuanya. Idealnya hanya 30 persen karena rata-rata keluarga di Indonesia menghabiskan 70 persen penghasilan untuk kebutuhan keluarga," katanya.

Menyisihkan 30 persen dari penghasilan selain disimpan untuk biaya berlibur juga agar biaya hidup bulanan tetap bisa berjalan.

Trik lain yang bisa digunakan untuk menghemat dana yang 30 persen itu, kata Wike, bisa diakali dengan memanfaatkan promo atau diskon yang ditawarkan penyedia jasa tiket perjalanan maupun hotel.

"Tapi sebenarnya kalau ingin mendapatkan harga spesial mesti booking jauh hari. Hanya saja kalau waktu persiapannya terlalu lama kadang pas hari H ada halangan. Ini yang mesti diantisipasi," kata Wike.

Wike mengatakan besar kecilnya biaya yang dikeluarkan bisa disesuaikan dengan destinasi yang akan dituju, kapan dan berapa lama waktunya, berapa orang yang akan dibiayai, dan kegiatan apa saja yang akan dilakukan.

Menurut Wike, semakin banyak aktivitas yang ingin dilakukan atau semakin banyak tempat yang akan disinggahi tentu membutuhkan lebih banyak biaya.

"Makanya sebelum berangkat itu Kita harus tahu mau kemana, makan dimana, jadi harganya sudah tahu," katanya.

Tak cuma dana dasar, Wike juga menyarankan agar menyiapkan dana darurat. Dana 30 persen yang disisihkan disarankan hanya digunakan 80-90 persennya saja sementara 10 persen sisanya bisa disimpan untuk dana darurat.

Selain itu untuk antisipasi memberikan tip yang tak terduga, paling tidak seseorang harus menyiapkan uang tunai selain juga membawa kartu kredit dan kartu debit. Tak lupa uang dalam pecahan kecil pun perlu dipersiapkan.

"Nah, kalau ke luar negeri lebih baik pakai kartu kredit. Sebelum berangkat alat pembayaran itu sudah harus disiapkan semuanya termasuk asuransi selama perjalanan untuk meminimalisasi risiko," jelasnya.




(MEL)