Batik Semakin Digandrungi di Amerika

Elang Riki Yanuar    •    Minggu, 02 Apr 2017 19:00 WIB
batik
Batik Semakin Digandrungi di Amerika
Batik (Foto: via wikipedia)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sejak ditetapkan sebagai warisan budaya Indonesia oleh UNESCO, batik semakin dikenal di dunia. Kain bergambar dengan hiasan pola itu digandrungi tidak hanya di tempat asalnya, tetapi juga hingga mancanegara.

Salah satu negara yang menggemari batik ialah Amerika. Dela Dewi, seorang fashion stylist asal Indonesia yang kini tinggal di Amerika melihat langsung bagaimana batik cukup digemari di negara Paman Sam tersebut. Namun, tentu desain dan gayanya sudah beradaptasi dengan selera orang Amerika.
 
"Contohnya ada local brand terkenal di Amerika seperti Antroplogie, Urban Fitters, Free People, mereka senang memakai motif batik. Tidak hanya terbatas dengan lingkupan fashion saja, mereka juga terkadang memasukkan desain batik ke dalam dekorasi rumah produk mereka," kata Dela dalam keterangan tertulisnya.

Sejumlah perancang di Amerika juga mulai memakai motif batik dalam pakaian karya mereka. Bahkan, menurut Dela, motif-motif batik juga disukai sejumlah artis Hollywood.  

"Ada juga fashion designer America terkenal, Michael Kors memasukkan motif batik untuk rancangan cover baju berenang dan Diane von Furstenberg juga pernah mengeluarkan baju model kaftan silk dan chiffon dengan modifikasi print batik," ungkapnya.

"Setahu saya beberapa artis Hollywood yang menyukai batik diantaranya Heidi Klum, Jessica Alba, Reese Witherspoon hingga Gwen Stefani," lanjutnya.

Melihat potensi itu, Dela berharap para perancang Indonesia mulai melakukan ekspansi batik karya mereka ke luar negeri. Di Amerika, Dela tetap berkarier sebagai fashion stylist dan mendirikan situs FashionFrequency. Sebagai orang Indonesia yang terlebih dulu menapaki karier di Amerika, Dela pun siap memberikan bantuan dan dukungan.

"Saya melihat begitu banyak fashion designer Indonesia muda-muda yang sungguh berbakat dengan karya rancangan busana mereka, sangat disayangkan jika mereka tidak mencoba merambah pasarnya ke benua lainnya," tutupnya.

 


(ELG)