Fi Asia 2018 Diramaikan 750 Perusahaan Makanan dan Minuman

Rosa Anggreati    •    Jumat, 05 Oct 2018 07:00 WIB
food ingredients
Fi Asia 2018 Diramaikan 750 Perusahaan Makanan dan Minuman
Food ingredients (Fi) Asia 2018 edisi ke-5 diikuti tak kurang dari 750 peserta pameran terkemuka dan 20 ribu pembeli dari 60 negara (Foto:Dok.Fi Asia)

Jakarta: Food ingredients (Fi) Asia 2018 edisi ke-5 digelar di JIExpo Kemayoran Jakarta, pada 3-5 Oktober 2018. Tak kurang dari  750 peserta pameran terkemuka dan 20 ribu pembeli dari 60 negara terlibat dalam ajang tersebut.

Pameran yang dibuka oleh Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartarto itu menjadi kesempatan bagi para pelaku industri makanan dan minuman untuk memperkenalkan produk mereka dan mengamati pembaruan informasi.

Industri makanan dan minuman di negara ASEAN menunjukkan pertumbuhan yang menjanjikan. Penelitian dan pengembangan memainkan peran utama untuk mendukung pengembangan varietas produk dan pemanfaatan sumber daya berbasis agro.

"UBM melalui Fi Asia 2018 ingin menjadi bagian dari industri untuk mendukung pertumbuhan pasar makanan yang muncul di ASEAN. Komitmen UBM adalah untuk memamerkan yang terbaik di Fi Asia 2018 dengan mengumpulkan produsen, pemasok, pembeli, dan profesional industri F&B terkemuka lainnya di seluruh dunia," kata Direktur Grup ASEAN, UBM Asia (Thailand) Co., Ltd, Rungphech Chitanuwat.

Fi Asia terus tumbuh dalam ukuran dan reputasi, memberikan inspirasi, inovasi, dan pendidikan untuk industri F&B di ASEAN dan sekitarnya. Pameran ini akan memanfaatkan delapan ruang termasuk Hall A1-A3, Hall B1-B2, dan Hall D1-D2 yang setara dengan ekspansi 40 persen lebih besar hingga 25 ribu meter persegi.



Pengunjung juga dapat mengikuti lebih dari 60 seminar dan seminar teknis yang berfokus pada masa depan makanan, sertifikasi halal di Indonesia, dan pembaruan pasar.

"Kami berkomitmen menumbuhkan industri F&B ASEAN dengan menampilkan bahan dan aplikasi terbaru yang dapat membantu para profesional industri mengubah produk dan proses pengembangan mereka. Program pendidikan kami akan memberikan kesempatan untuk belajar tentang perkembangan industri terkini, termasuk produk, pasar, dan tren konsumen agar tetap kompetitif,” kata RungPhech Chitanuwat.



Fi Asia 2018 memfasilitasi peserta dan pengunjung yang mengidentifikasi elemen yang diperlukan untuk mengembangkan bisnis mereka melalui Tur Inovasi, Zona Inovasi, Tur Discovery, Meja Pencari Pemasok, dan Program Pencocokan Bisnis. Inovasi dan pengembangan yang ditawarkan oleh peserta termasuk bahan-bahan kesehatan, bahan alami, bahan makanan, proses makanan, keamanan dan layanan pendukung lainnya.

Tak hanya itu, peserta pameran terkemuka akan membawa berbagai macam produk dan layanan dari seluruh industri yang meliputi produk roti, minuman, makanan olahan susu, makanan siap saji, kembang gula, perasa, makanan vegetarian, suplemen makanan dan es krim, produk sereal, pewarna, produk susu , emulsifier, pemanis, vitamin, dan lain-lain.

Indonesia secara resmi menjadi tuan rumah Fi Asia sejak 2010 dan mendapatkan dukungan penuh dari Gabungan Pengusaha Makanan & Minuman Indonesia (GAPMMI), Asosiasi Teknologi Makanan Indonesia (IAFT / PATPI) dan Pusat Sains dan Teknologi Pangan & Pertanian Asia Tenggara (SEAFAST) LPPM-IPB.


(ROS)