Perayaan Imlek 2570

Tradisi Memasak saat Imlek yang Terancam Ditinggalkan

Harianty, Dhaifurrakhman Abas    •    Selasa, 05 Feb 2019 07:10 WIB
kulinerperayaan imlek
Tradisi Memasak saat Imlek yang Terancam Ditinggalkan
William Wongso, pakar kuliner terkenal Indonesia (Foto: Dok Medcom.id)

Jakarta: Perayaan Imlek tak bisa dilepaskan dari menu makanan yang dihidangkan. Bahkan dahulu tradisi ini terus dibawa hingga bangsa Tiongkok menjamah bumi pertiwi.

Ketika sampai di tanah air, bangsa Tiongkok dan masyarakat Indonesia seolah menemukan menu makanan baru. Memadukan antara kuliner Tirai Bambu, dengan masakan tradisional yang kaya akan rempah-rempah nusantara.

Sayangnya seiring berkembangnya zaman, aneka kuliner perpaduan dua bangsa seakan menuju senja kala. Disebabkan semakin banyak suku Tionghoa yang mulai meninggalkan tradisi nenek moyang pada era sekarang.

"Kita lihat di Indonesia kan banyak suku-suku yang dulu nenek-neneknya masih ada biasa suka masak di rumah. Tapi sekarang kalau nenek sudah tidak ada, biasanya makan di restoran," kata pakar kuliner Indonesia, William Wongso, kepada Medcom.id.

Baca juga: Kerap Mengantuk setelah Makan, Ini Penyebabnya

Dahulu, kata William, Bangsa Tiongkok di Indonesia amat mengagungkan kuliner yang dianggap sakral. Bahkan sebelum memulai proses memasak, bahan-bahan makanan yang digunakan didoakan agar mendatangkan pengaruh yang baik bagi mereka yang mengonsumsi.

Ambil misal ketika memasak ikan steam dan abalone. Ikan-ikan tersebut mendapatkan serangkaian doa yang mengandung kebaikan dan kesejahteraan. Lalu cara memasaknya pun dilakukan dengan cara yang dianggap elok.

"Jadi ikan tidak boleh dipotong-potong, ikan itu simbol kelebihan. Karena kata-kata, ikan juga pintar menabrak arus. Mishua misalnya bawa kesejahteraan yang lama," ungkapnya.

Meski begitu, William mengakui masih ada beberapa daerah di pulau Kalimantan yang masih memegang teguh budaya memasak khas perayaan Imlek. Hal itu dikarenakan masyarakat sekitar yang hidup dengan cara tradisional.

"Di Pontianak masih murni orang Teochew. Kalau kita lari ke Singkawang itu mereka juga ada orang Hakka, yang masih sangat tradisional. Makanannya orang Hakka sangat khas. Mereka suka ayam kebiri yang gede banget dan sup," tandasnya.

Tahir Berbagi Semangat Nasionalisme di Momen Imlek



(FIR)