Jateng Semakin 'Gayeng' dengan Go Digital

M Studio    •    Senin, 03 Oct 2016 16:53 WIB
berita kemenpar
Jateng Semakin 'Gayeng' dengan Go Digital
Keindahan Bukit Sikunir, Jawa Tengah (Foto:Central-java-tourism.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo melek digital. Bahkan di media sosial, orang nomor satu ini di Jateng itu aktif menyapa warganya melalui Twitter.

Ganjar Pranowo juga meluncurkan logo dan slogan "Jateng Gayeng" yang bermakna penuh semangat, berani, tangguh, jujur, ramah, menggembirakan, harmonis, dan hangat. Logo dan slogan tersebut diluncurkan untuk mempromosikan dan memasarkan berbagai potensi serta produk provinsi tersebut.

Saat bertemu Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya di acara SPS (Serikat Perusahaan Pers) di Hotel Aston, Semarang belum lama ini, dia menjelaskan peran media sosial dalam mengelola pemerintahan. Terutama untuk mendengarkan keluhan dari bawah, dan mendistribusi kepada birokrasi terkait.

Kali ini tantangan Menpar Arief Yahya lain lagi. Lebih dari sekedar media sosial, yakni mendigitalisasi semua hal yang terkait dengan industri pariwisata. Karena itu, website pariwisata milik pemda harus up date, terkoneksi dengan website industry yang menjual paket-paket. "Siap, soal go digital, kami sudah siap," kata Prasetyo Aribowo, Kadisbudpar Provinsi Jawa Tengah.

"Sejak 2014 kami sudah menggunakan promosi pariwisata berbasis digital. Dari mulai  E-Book, Aplikasi Mobile, Lomba Blog, Digital Photobank, semuanya ada. Tinggal klik http://www.central-java-tourism.com/ semua info terkait pariwisata Jateng langsung tersedia," ucap Prasetyo Aribowo.

Menurut dia, update destinasi andalan, atraksi masing-masing kabupaten/kota, transportasi, tour package, travel tour/travel agent, kuliner, restoran, desa wisata, hotel, homestay, UMKM, souvenir, calendar of events, semuanya sudah digital.

Semua tersaji dengan sangat cepat dengan tingkat akurasi yang tinggi.

Melalui internet, wisatawan bisa cepat tahu jalan mana yang terdekat untuk menuju Borobudur? Penginapan mana yang recommended  di sekitar Dieng? Kuliner khas seperti apa yang bisa dinikmati di Karimunjawa? Semua bisa diketahui dalam hitungan detik. Wisatawan bisa searching, downloading, browsing dengan sangat mudah.

"Ada banyak platform yang memudahkan visitors atau calon customers untuk bertransaksi. Mereka bisa melihat-lihat, memilih paket yang cocok, lalu booking dan membayar sesuai dengan keinginannya. Jadi hemat waktu, hemat tenaga. Nggak perlu datang ke kantor travel dan bertransaksi manual," tambah dia.

Soal platform dan content, tampilan Central java E-Tourism didesain sangat simpel. Webnya didesain menjadi mirip pasar atau mal yang berisi paket-paket pariwisata dari para pelaku bisnis pariwisata. Mau cari apapun terkait pariwisata Jateng pasti ada. Gunung Prau Wonosobo? Gedung Songo Semarang? Luweng Sewu Wonosobo? Tour Kereta Tua Ambarawa? Air Terjun Glawe, Borobudur Magelang, Sunrise Bukit Sikunir? Karimunjawa? Semua ada.

Tour packagenya? Tiap kabupaten/kota pasti terdaftar. Dari mulai Semarang City Tour, Sunrise Tour at Borobudur, Dieng Plateu Doble Sunrise Tour, Relaxing Semarang Tour, Karimunjawa Islands Tour, Solo City Tour, Batik Solo Tour, Vicinity Solo Tour, Semarang Golf Tour, Mount Merapi Adventurous Tour, Tlogo Agro & Ambarawa Loco hingga Central Java & Shopping Pilgrimate Tour semuanya ada. Dari mulai nama paket, destinasi yang dikunjungi, hingga harga, semuanya tersaji dengan lengkap dan detil.

Travel tour/travel agent yang bergabung? Sudah bnayak. Kabupaten Semarang misalnya. Sudah ada enam travel tour yang berpromosi via digital. Magelang, Pekalongan, Salatiga, Semarang Kota/Kabupaten, Surakarta, Tegal, Sukoharjo, Temanggung, Wonogiri, Wonosobo, Banjarnegara, Banyumas, Batang, Blora, Boyolali, Brebes, Cilacap, Demak, Grobogan, jepara, Karanganyar, Kebumen, Kendal, Klaten, Kudus, Pati, Pemalang, Purbalingga, Purworejo, Rembang, hingga Sragen, juga sudah terinput di Central java E-Tourism..

Atraksinya? Mau tahu darimana? Kulinernya? Mau pilih daerah mana? Semua ada. Dari mulai mendoan.  lotek, buntil, sup senerek, gethuk gondok, tahu kupat, sego megon, pindang tetel, Enting-Enting Gepuk, ampyang, wedang ronde, lumpia, bandeng presto, ganjel rel, tahu pong, mie kopyok, nasi liwet, sate kere, gudeg ceker, selat Solo, madarijin, torakur, serabi ngampin, semua ada. "Kalau dikumpulkan jumlahnya bisa ratusan. Itu belum termasuk restoran yang sudah terinput di database Central java E-Tourism ," ujar Pras.

Souvenir? Ada beragam aneka batik yang bisa didapatkan di tiap wilayah. Itu belum termasuk kerajinan tangan dari kayu, ban bekas serta bambu.Yang suka sport dan petualangan, bisa ambil paket Goa Petruk, Elo Progo Rafting, Serayu River Rafting dan Trekking di Gunung Merapi

Yang mau lihat tradisi dan budaya yang relatif masih asli? Merasakan sensasi menginap di pondok-pondok wisata (home stay)? Ada tujuh pilihan yang bisa dinikmati. Dari mulai desa wisata Candirejo, Dieng, Duwet, Karangbanjar, Karimunjawa, Ketenger, dan Selo, semuanya sangat direkomendasikan.

Calender of eventnya? Dari mulai Old City Festival, Solo International Performing Art hingga Grebeg Besar Demak, lengkap dengan tanggal dan lokasi acara. Hotel yang tergabung di Central java E-Tourism juga ada. Magelang, dari hotel bintang dua seperti Borobudur Indah Hotel hingga bintang lima seperti Puri Asri Hotel, semuanya ada.  "Ada juga galeri foto dan video yang kami sediakan. Jadi bagi yang belum pernah ke Jawa Tengah, bisa membayangkan suasana destinasi yang akan dikunjungi," ungkap Pras.

"Sekarang kami mulai mengembangkan mobile apps untuk mempermudah akses wisatawan yang mobile. Kelak kami akan bersinergi dengan TXI Digital Market yang sudah dilaunching Pak Menteri Arief Yahya," ucap Pras.


(ROS)