Hanya Pekerjakan Wanita sebagai Pencuci Piring, Restoran di Inggris Picu Kontroversi

Sri Yanti Nainggolan    •    Sabtu, 28 Oct 2017 12:08 WIB
restoran
Hanya Pekerjakan Wanita sebagai Pencuci Piring, Restoran di Inggris Picu Kontroversi
Hanya Pekerjakan Wanita sebagai Pencuci Piring, Restoran di Inggris Picu Kontroversi

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebuah restoran Mediterania di Croydon, London, membuat sedikit kegaduhan dengan mengiklankan sebuah lowongan kerja pencuci piring hanya untuk wanita.

Pengumuman tersebut tertempel di jendela dengan tulisan 'Dibutuhkan pekerja paruh waktu (wanita)' untuk memberitahu warga lokal bahwa mereka membutuhkan seseorang untuk membantu di dapur.

Ridvan Das, pemilik sekaligus manager, menjelaskan pada Croydon Advertiser bahwa ia secara spesifik ingin mempekerjakan wanita karena lebih baik dalam hal membersihkan dibandingkan pria.

Penjelasan seksisme Das tersebut disebabkan karena ibunya selalu beres dalam mengurus rumah tangga di rumahnya, demikian juga dengan pacarnya. Menurutnya, semua wanita dalam hidupnya lebih rapi daripada dia secara alami.

Hal tersebutlah yang membuatnya hanya ingin mempekerjakan wanita untuk urusan bebersih di restoran miliknya, Mazi.

"Ini hanya tentang perasaan saya. Saya berantakan dan banyak pria yang saya tahu juga berantakan dimana istri, pacar, ibu, atau tante mereka lah yang membuat para pria tetap rapi," papar Das, seperti dikutip Independent.

Meski demikian, persyaratan karena asumsi tersebut menentang undang-undang diskriminasi Inggris.

"Adalah melanggar hukum untuk memperlakukan seseorang dengan kurang baik daripada orang lain karena karakteristik pribadi (seperti) agama, jenis kelamin atau usia," demikian bunyi situs pemerintah.

Ketika Das ditanya apakah dia mengetahui legalitas semacam itu, dia menanggapi dengan samar sebelum bersikeras bahwa dia mempekerjakan laki-laki dan perempuan secara setara secara keseluruhan.

"Kami mempekerjakan mereka asalkan sudah pernah menggeluti jenis pekerjaan ini sebelumnya dan selama mereka memiliki pengalaman dalam perdagangan," katanya.

Kini, posisi tersebut telah terisi.


 


(ELG)