Ini Perbedaan Nasi Liwet Solo dengan Sunda

Nia Deviyana    •    Kamis, 20 Jul 2017 18:22 WIB
liputan kuliner
Ini Perbedaan Nasi Liwet Solo dengan Sunda
Nasi liwet Solo muncul di kawasan mangkunegaran atau keraton pada era 1930-an bertepatan dengan krisis pangan yang terjadi saat itu. (Foto: Dok.mi/Iis Zatnika)

Metrotvnews.com, Jakarta: Ngeliwet atau sering disebut bancakan menjadi aktivitas yang merujuk pada makan bersama-sama, tentunya dengan menu nasi liwet. 

Nasi liwet ditenggarai berasal dari Solo, dibuat dari beras dan areh (santan) yang dimasak menjadi nasi aron, kemudian ditanak. Nasi liwet khas Solo biasanya disajikan bersama lodeh labu siam, opor ayam, tempe bacem, atau sambal goreng hati.

Nasi liwet Solo muncul di kawasan mangkunegaran atau keraton pada era 1930-an bertepatan dengan krisis pangan yang terjadi saat itu. 

Namun, ada juga nasi liwet versi Sunda yang tentunya tak kalah menggugah selera. Perbedaannya dengan nasi liwet khas Solo, terletak pada cara bumbu memasak dan lauk-pauk yang disajikan.


(Nasi Liwet, Keprabon, Solo, Jawa Tengah. Foto: Dok. Wikimedia.org)

"Kalau khas Sunda tidak pakai santan, hanya pakai garam, bawang putih, bawang merah, cabai, lengkuas. Jadi rasanya lebih rempah," jelas Fadly Rahman, sejarawan kuliner saat dihubungi Metrotvnews.com.

(Baca juga: Ngeliwet, Budaya Makan Bersama yang Jadi Tren Kekinian)

Fadly menuturkan, adanya perbedaan bahan baku seperti tidak digunakannya areh pada nasi liwet Sunda karena di Jawa Barat, tidak seperti daerah Jawa Tengah yang memiliki banyak pohon kelapa.

Bicara lauk pada nasi liwet Sunda, seperti ikan asin, sambal, dan lalapan dicampur di atas nasi ketika memasak. Berbeda dengan nasi liwet Solo yang umumnya lauk disajikan secara terpisah.

Soal penyajian, nasi liwet Solo kebanyakan disajikan dalam wadah daun, sementara nasi liwet Sunda disajikan dalam wadah ketel sehingga selalu hangat.

Nasi liwet Solo sering dinikmati ketika acara slametan atau silaturahmi keluarga, sedangkan liwet Sunda sering menjadi bekal para petani saat pergi ke sawah.









(TIN)