Menjajal Nyali di Atas Derasnya Sungai Ayung

Yatin Suleha    •    Kamis, 24 Aug 2017 08:00 WIB
arung jeram
Menjajal Nyali di Atas Derasnya Sungai Ayung
Menjajal kenikmatan rafting di derasnya sungai Ayung disuguhkan dengan pemandangan yang memesona. (Foto: Dok. Water-sport-bali.com/ayung-rafting)

Metrotvnews.com, Bali: Pagi (3/8/2017) yang sejuk di seputaran desa Melinggih Kelod, Payangan, Ubud, Bali menyapa tim Metrotvnews.com. Kali ini kami berkesempatan untuk menjajal salah satu olahraga air yang cukup banyak digandrungi, yaitu rafting atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan arung jeram. Di lokasi tersebut, Bali Adventure Rafting salah satu perusahaan rafting yang menemani petualangan air kali ini. 

Di sini, kami langsung berhadapan dengan pagar hutan alami dengan tebing-tebingnya yang tinggi. Hamparan warna hijau pepohonan dengan udara sejuk memberi suasana tenang saat kami tiba. Setelah berbaris untuk diberikan ponco pelampung (life jacket), helm, serta dayung, arahan diberikan oleh salah satu instruktur.

Sambil mempraktikkan aba-aba yang nantinya akan dilakukan di medan yang sesungguhnya, kami menyimak agar perjalanan lancar. "Boom, boom-boom, dan stop" adalah beberapa yang mesti kami hapal selama nanti di perjalanan.

Menuruni beberapa anak tangga, nampaknya kami semakin bertanya-tanya kira-kira akan sampai di angka ke berapa untuk bisa bertemu dengan derasnya sungai Ayung-sungai yang akan kami arungi. Rupanya, anak tangga berjumlah 800 buah. Dan ini cukup membuat kami terkejut. Jika ini merupakan perjalanan rafting Anda yang pertama kali, persiapkan mental serta ada baiknya meminta untuk peregangan terlebih dahulu. 

Saat itu, salah satu instruktur kami bli Budi mengatakan sambil menuruni curamnya tangga, bahwasanya menuruni ratusan anak tangga ini sama saja seperti warming up atau mirip stretching sebelum nyali Anda diuji di tempat yang sebenarnya, yaitu di atas sungai.


(Pemandangan di aliran sungai Ayung. Foto: Dok. Raftingbaliku.com)

Pemandangan Magis Sungai Ayung
Kesabaran sepanjang kurang lebih 20 menit menuruni ratusan anak tangga tersebut berbuah manis. Mata langsung terpana dengan pemandangan magis sungai Ayung yang mengawali tracknya dengan sedikit belokan. Di sini, campuran antara rasa sendi lutut yang melemas dengan degub jantung yang meninggi terjadi. 

Namun melihat para instruktur melompati beberapa perahu karet untuk ditempati 4 sampai 6 orang di setiap boat, cukup memastikan bahwa semua perjalanan bisa dipastikan aman.

Setelah memeriksa kondisi perahu karet, tidak lupa, para instruktur menyempatkan diri untuk berdoa sebelum mengadu nyali di puluhan jeram sungai Ayung bersama tim Metrotvnews.com. Dan berpesan bahwa, "taklukan rasa takut Anda hanya dengan "enjoy the riding," ucap Budi.

Mengawali petualangan air, kami terpesona dengan sungai yang track aslinya bisa dipakai sampai 12 km ini. Di sisi kiri dan kanan tepian sungai tergambar tebing terjal dan hutan yang menempati setiap kisi pahatan alam yang indah tersebut. Ditemani rintik hujan, jeram pertama terasa masih ringan dan aba-aba yang diberikan diteriakan lantang oleh setiap instruktur di setiap boat agar perahu tak terbalik.


(Jeram-jeram yang menguji nyali. Foto: Dok. Metrotvnews.com/Yatin Suleha)

Lintasi Puluhan Jeram
Tidak lama setelah kami melintasi jeram-jeram awal, Budi menjelaskan bahwa di atas tebing yang menjulang tersebut terdapat beberapa hotel yang punya pemandangan eksklusif mengarah langsung ke sungai Ayung. Tidak jauh dari itu, ada hal lain yang membuat perasaan kami takjub, di tebing yang sebagian berwarna hitam itu dipahat gambar motif ukurin Majapahit, khas Bali. 

Terdapat motif angkup, simbar, trubus, benangan dan pecahan terpampang langsung di tebing hitam tersebut. Dipahat langsung oleh ahli pahat Bali selama kurang lebih 30 tahun dan menyelesaikan sepanjang 300 meter goresan pahatan indah yang membuat Anda berdecak kagum.

Dalam perjalanan kurang lebih 9 km, sering juga kami menjumpai beberapa dek rafting dari tempat lain yang banyak terdapat di bibir-bibir sungai. Banyak juga dari mereka adalah turis manca negara.

Tak segan juga mereka melambaikan tangan mengatakan "Bye..!" dari kejauhan. Salah satu yang kami jumpai saat setengah perjalanan dan menepi untuk merasakan derasnya air mancur adalah Harriet, turis asal London, Inggris. 

Ia mengatakan bahwa ia merasa kagum dengan alam indah Bali di sepanjang aliran sungai Ayung. "Ini adalah pengalaman pertama kali aku ke Bali dan baru pertama kali melakukan arung jeram. Rasanya sangat mengesankan. Dan pemandangannya sangat indah. Aku pastikan aku akan kembali lagi ke sini," jawabnya sambil tersenyum dan mengantre untuk bermandi air mancur.

(Baca juga: Cerita Pengelola Desa Rafting tak Tahu Obama adalah Tamu VVIP-nya)


(Budi, salah satu guide rafting dari Bali Adventure Rafting. Foto: Dok. Metrotvnews.com)

Perjalanan Akhir
Setelah kurang lebih menjelajahi 40 jeram kecil, sedang dan besar di sungai yang bersih dan jernih, dua jam seakan tak terasa. Budi mengatakan, bahwa selama ia 9 tahun menjadi pemandu rafting, lebih banyak pengalaman yang indah dibandingkan dengan yang lainnya.

"Saya merasa enjoy sekali menjadi pemandu di sini. Kalau pengalaman perahu terbalik, pernah juga. Tapi karena kami di sini sudah mendapatkan pembekalan secara profesional sehingga bisa langsung kami atasi. Sehingga tidak perlu khawatir," ucapnya mantap.

"Menjadi pemandu, banyak ilmunya," tegas Budi. "Selain badannya sehat, karena kami sering berolahraga air, kami juga berjumpa dengan banyak turis. Ya, sedikit-sedikit kami bisa beberapa bahasa untuk memandu mereka," ucap Budi rendah hati.

Hal tersebut terbukti juga saat kami berpapasan dengan beberapa turis asal Jepang, Korea, China, Amerika, Eropa, dan ia tak segan menyapa dengan aneka bahasa yang dikuasainya sambil melemparkan senyuman.

Pada kesempatan akhir perjalanan, ternyata Budi yang telah menghantarkan perjalanan arung jeram kami dengan lancar dan selamat, membuktikan bahwa para instruktur di tempatnya bekerja tidak hanya dilatih handal di air, namun juga memiliki konsistensi dalam menjalankan tugas.


Perjalanan 400 anak tangga menuju ke atas yang dikawal oleh guide rafting Budi
(Foto: Dok. Metrotvnews.com/Yatin Suleha)


Saat itu, di akhir perjalanan salah satu dari tim kami mengalami kram di kedua kakinya. Dengan sigap Budi mencari tongkat dari sisa kayu di hutan agar bisa membantu tim kami menaiki 400 anak tangga saat akan kembali lagi ke meeting point di atas bukit. 

"Saya merasa bertanggung jawab terhadap semua tamu-tamu yang saya tangani. Semua instruktur di tempat kami juga pasti akan melakukan hal yang sama," jelasnya sambil tersenyum.

Budi juga menyakinkan tak perlu pandai berenang dulu untuk bisa menikmati rafting, karena life jacket bisa Anda andalkan untuk mengambang di air. "Just prepared yourself to enjoy for rafting," tutup Budi yang menemani tim Metrotvnews.com hingga di akhir perjalanan.


Fun Fact Seputar Rafting


(Tiba di garis finish sungai Ayung. Foto: Dok. Rima/Bening Communications)

Sejarah Rafting
- Rafting dimulai di Amerika Serikat, setelah perang dunia II. Ketika beberapa orang enterpreneur menyusuri sungai Colorado dengan perahu jenis Pontoon sisa perang dunia

- Kemudian perkembangannya menjadi pesat di tahun 60-an ketika teknologi rancangan dan bahan untuk membuat perahu mulai berkembang

- Pada abad 19 seorang boyscout bernama Mc Greegor membuat kendaraan air ini untuk rekreasi dan olahraga air. Seiring dengan perkembangan zaman, maka meterial perahu pun berkembang dan mulai beralih ke plastik, alumunium, fibberglass, dan karet

- Setelah Perang Dunia II selesai, perahu bekas Angkatan Laut Amerika mulai digunakan oleh para petualang untuk mengarungi sungai. Arung jeram ini dilakukan dengan perahu bulat yang disebut dengan Basket Boat, karena bentuknya mirip keranjang

- Di tahun 1950, kegiatan ini mulai banyak digemari. Maka mulailah diproduksi perahu khusus untuk arung jeram dengan bentuk khusus yang naik dibagian depan dan belakangnya, dengan material yang kuat dan dapat mengangkut orang dan perbekalan yang lebih banyak. (*sumber: Ayungrafting.co.id)


(Perjalanan di sungai Ayung. Foto: Dok. Ilham Pratama)


Tips rafting untuk pertama kali
- Usia rafting dari umur antara 7 – 65 

- Sebaiknya peserta arung jeram dalam kondisi berbadan sehat

- Kenakan sandal gunung agar perjalanan lebih nyaman daripada memakai sandal jepit

- Siapkan pakaian yang nyaman di air

- Selalu ikuti instruksi guide rafting (*sumber: Ayungrafting.co.id)










(TIN)