Tren Makanan di Tahun 2018

Raka Lestari    •    Kamis, 30 Nov 2017 13:35 WIB
Tren Makanan di Tahun 2018
Bila Anda ingin merasakan sparkling water, penting bagi Anda untuk membaca label nutrisi untuk memastikan tidak ada gula tambahan, sodium, atau perasa buatan yang ditambahkan. (Foto: Brooke Lark/Unsplash,com)

Jakarta: Tahun 2018 sudah mulai dekat dan tentunya akan ada beberapa hal yang menjadi tren di tahun 2018 nanti. Salah satunya adalah makanan. Berikut ini adalah beberapa makanan yang kemungkinan akan menjadi tren di tahun 2018 menurut Whole Foods.

Daftar makanan tersebut adalah:


(Edible flower. Foto: Courtsey of The View from Great Island)

1. Bunga yang dapat dimakan
Bunga yang bisa dimakan atau disebut edible flower bisa ditambahkan ke dalam salad, sup, atau beberapa makanan lainnya tanpa harus khawatir dengan jumlah kalori tambahan. Edible flower juga dapat membantu meningkatkan kesehatan dan dapat ditanam sendiri di rumah. Namun penting untuk dicatat bahwa tidak semua bunga sama. 

"Beberapa bunga dapat dimakan secara keseluruhan, sedangkan yang lain, seperti mawar harus terlebih dahulu membuang putik dan benang sarinya sebelum dimakan, sebelum mengikuti tren ada baiknya Anda melakukan riset terlebih dahulu," ucap Janine Whiteson, RD, ahli nutrisi dari Amerika.


(Super powders. Foto: Courtesy of Kitchen Byte)

2. Super powders
Super powders bisa saja baik atau buruk. "Beberapa bubuk, seperti teh hijau atau matcha adalah antioksidan yang hebat dan benar-benar dapat meningkatkan metabolisme namun tidak memberikan tambahan kalori," kata Whiteson. 

Tidak semua super powders adalah pilihan yang baik. Penting untuk melihat label nutrisi. Berapa kalori yang ada. Apakah ada banyak gula tambahan? Apakah mengandung bahan kimia?

"Super powders dapat mengandung GMO (Genetically Modified Organisms), pengawet, pemicu alergi seperti susu, kedelai, dan racun sintetis lainnya seperti aspartam, sakarin, dan pemanis buatan," kata David Greuner, MD, kepala ahli bedah di NYC Surgical.

(Baca juga: Serba Ungu, Tren Makanan di Tahun 2017)


(Makanan Timur Tengah. Foto: Ahmed Carter/Unsplash.com)

3. Makanan Timur Tengah
Makanan Timur Tengah adalah favorit para ahli kesehatan karena diketahui menjaga kesehatan tubuh dan membantu mengatasi masalah kardiovaskular.

"Rempah-rempah seperti harissa, kapulaga, dan za'atar dan kudapan seperti shakshuka, halloumi panggang, dan kambing muda. Bahan-bahan Timur Tengah lainnya yang trendi termasuk delima, terong, ketimun, peterseli, mint, tahini, selai tomat, dan buah kering, dapat memberikan rasa yang enak tanpa harus menambahkan gula, garam, dan lemak tambahan," ujar Maya Feller, MS, RD, CDN, CLC dari Maya feller Nutrition.


(Foto: Igor Ovsyannykov/Unsplash.com)

4. Keripik tortilla berbagai rasa
Keripik tortilla tetaplah masih keripik tortilla, bahkan jika menggunakan gandum utuh. "Keripik tortilla mengandung kalori yang akan menambah lingkar pinggang Anda," ujar Whiteson. "Keripik tortilla rumput laut, misalnya, jelas merupakan pilihan yang lebih baik tapi pastikan untuk melihat bagaimana rumput lautnya diproses dan lihat kandungan lemak dan garamnya." 


(Foto: Jazz Timms/Unsplash.com)

5. Sparkling water
Sparking water adalah alternatif yang bagus untuk mengganti soda, tapi belum tentu untuk air. "Dua sampai tiga liter air per hari adalah jumlah yang disarankan untuk menjaga agar tubuh Anda tetap terhidrasi dan kulit menjadi bersih. Sayangnya, karbonasi di sparkling water seringkali membuat lebih sulit untuk diminum sebanyak jumlah yang dianjurkan," ujar Zuckerbrot, ahli diet dari Amerika.

Bila Anda ingin merasakan sparkling water, penting bagi Anda untuk membaca label nutrisi untuk memastikan tidak ada gula tambahan, sodium, atau perasa buatan yang ditambahkan.








(TIN)