Manfaatkan Libur Panjang Tiongkok, Kemenpar Promosikan Indonesia di Shanghai

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 23 Sep 2016 17:46 WIB
pariwisata
Manfaatkan Libur Panjang Tiongkok, Kemenpar Promosikan Indonesia di Shanghai
Wonderful Indonesia Sales Mission in Central China 2016, Kemenpar melanjutkan kegiatan di kota Zhengzhou, Provinsi Henan pada 23 – 25 September 2016. (Foto: Metrotvnews.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Memanfaatkan kebiasaan warga Republik Rakyat Tiongkok (RRT) yang senang  berwisataa ke luar negeri, saat libur panjang di hari Nasional pada Oktober 2016, dan tahun baru imlek Januari 2017, Kementerian Pariwisata Indonesia mengadakan kegiatan “Wonderful Indonesia Sales Mission in Central China 2016” di hotel Sofitel Hyland, Shanghai (22/9/2016) untuk mempromosikan wisata Indonesia. 

Staf Ahli Menteri Pariwisata Bidang Kemaritiman, Syamsul Lussa; Konsul Jenderal RI di Shanghai, Siti N. Mauludiah, dan Wakil Presiden Garuda Indonesia Wilayah Tiongkok, I Wayan Subagja turut hadir dalam kegiatan tersebut. 

(Baca juga: Ini Keuntungan Tanjung Kelayang Belitung Menjadi KEK)

Puncak kegiatan, dari acara tersebut adalah tabletop yang mempertemukan 15 stakeholders pariwisata Indonesia, antara lain hotel, resort, dan Garuda Indonesia, dengan 45 perusahaan tur dan travel di RRT, khususnya Shanghai dan provinsi sekitar.
 
Dalam sambutannya, Staf Ahli Syamsul Lussa memaparkan kondisi terkini pariwisata Indonesia. Ia menyampaikan bahwa "Terhitung mulai Maret 2016, sebanyak 169 negara mendapatkan fasilitas bebas visa, termasuk RRT," demikian disampaikan Staf Ahli Syamsul Lusa dalam sambutan, berdasarkan rilis yang diterima Metrotvnews.com. 

Selain itu, pemerintah Indonesia juga senantiasa melakukan promosi Indonesia termasuk melalui media digital, antara lain dengan Baidu di RRT.

Sebelumnya, dalam sambutan pembukaan, Konjen RI Shanghai menyampaikan bahwa kegiatan ini akan membantu mempromosikan people-to-people contact Indonesia-Tiongkok. Konjen RI juga menerangkan, bahwa Indonesia sedang mempersiapkan 10 destinasi wisata prioritas selain Bali, yaitu Mandalika (Nusa Tenggara Barat); Morotai (Maluku Utara); Tanjung Kelayang (Bangka Belitung); Danau Toba (Sumatera Utara); Wakatobi (Sulawesi Tenggara); Borobudur (Jawa Tengah); Pulau Seribu (DKI Jakarta); Tanjung Lesung (Banten); Gunung Bromo-Tengger-Semeru (Jawa Timur); dan Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur).

Menurut Konjen RI, sangat penting bagi pelaku industri pariwisata Indonesia dan RRT untuk memperkuat kerja sama yang telah terjalin, mencari kesempatan kerja sama baru dan mewujudkan tujuan wisata yang potensial menjadi nyata. 

Mereka juga berharap target 2 juta wisatawan RRT ke Indonesia dapat tercapai, dan dapat terus meningkat dari tahun ke tahun sampai melampaui 10 juta wisatawan pada tahun 2019.

Kegiatan “Wonderful Indonesia Sales Mission in Central China 2016” dibuka dengan penampilan tari tradisional Indonesia oleh warga Tiongkok keturunan Indonesia. 

Kementerian Pariwisata akan melanjutkan kegiatan di kota Zhengzhou, Provinsi Henan, dengan mengadakan konferensi pers dan pertunjukan berbagai tari tradisional Indonesia pada 23 – 25 September 2016.





(TIN)