Jalan-Jalan di Barcelona, dari Montserrat Hingga ke Camp Nou

Insaf Albert Tarigan    •    Senin, 27 Feb 2017 06:04 WIB
objek wisatawisata eropa
Jalan-Jalan di Barcelona, dari Montserrat Hingga ke Camp Nou
Suasana di kota Barcelona pada sore hari, Jumat (24/2/2017)

Metrotvnews.com, Barcelona: Hujan yang mengguyur Barcelona sejak kedatangan kami, 24 Februari, sudah reda. Pagi itu, jalan di sekitar Passeig de Gracia masih relatif sepi, hanya satu dua orang yang lewat di trotoar sembari menenteng gelas kopi, bergandengan, jogging, berjalan-jalan bersama anjing, atau merokok. Petugas kebersihan mulai memunguti puntung rokok di trotoar, mengosongkan tempat sampah, kemudian beringsut menyusuri kota. 

Cahaya matahari jatuh perlahan di puncak gedung, menyiangi pepohonan yang kering. Hari yang cerah. Hembusan angin musim dingin tiba-tiba menusuk. Tujuh derajat Celcius. Ini meyadarkan kami: duduk berlama-lama di bangku taman bukan pilihan tepat di pagi hari. Kami pun bergegas menuju jalan Placa de Catalunya. Bus wisata menuju Montserrat, tujuan pertama kami di kota ini, akan berangkat, tepat pukul 08.00 pagi.

Walau masih musim dingin, mengunjungi Montserrat di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut tidak terlalu menyiksa. Sebab, suhu udaranya relatif bersahabat, antara 6-12 derajat Celcius. Perjalanan dari kota Barcelona menuju tempat ini sekitar satu jam dengan jarak tempuh 45 kilometer. Selain bus, pengunjung juga bisa menjangkau Montserrat dengan kereta api.

Sepanjang perjalanan, kami melewati gedung-gedung tua yang berdampingan akur dengan bangunan modern. Alex, sang pemandu wisata, menjelaskan, Barcelona memang menjaga warisan bangunan lama --berusia ratusan hingga ribuan tahun-- dengan baik. Termasuk di antaranya gedung yang dirancang arsitek terbesar kota ini, Antoni Gaudi.

Saat bus memasuki wilayah pinggir kota, kami melihat wajah Barcelona yang lain: industri, bukit dan pegunungan, pemandangan hijau kebun anggur dan rumah tradisional penduduk setempat. Tiba-tiba Alex mengarahkan pandangan kami ke sebuah lapangan sepakbola kecil. Dia berhenti menjelaskan sejarah Barcelona yang terbentang dari zaman romawi hingga penaklukan oleh pejuang Islam.

"Kita jeda sebentar, lihat ke sebelah kanan Anda. Itu adalah lapangan sepakbola tempat pemain FC Barcelona latihan,"katanya. "Sepakbola adalah agama kami. Olahraga favorit kami bola basket, tetapi sepakbola adalah agama kami. Bukan Katolik."

Alex kembali melanjutkan ceritanya mengenai sejarah kota Barcelona. Ada yang antusias mendengarkan, ada pula yang tidur. Jelang tiba di Montserrat, jalan kian curam dan berkelok-kelok. Tempat ini cocok untuk melakukan hiking, bersepeda gunung atau berkemah.

Seperti lokasi wisata di Eropa pada umumnya, biara Montserrat sarat dengan kisah sejarah yang menarik. Salah satunya, biara ini pernah disinggahi Santo Ignatius Loyola, pendiri Serikat Yesus, di mana dia mengalami mukjizat penglihatan Bunda Maria dan bayi Yesus.  Di gereja Santa Maria de Montserrat juga terdapat patung Black Madonna, yang menggambarkan Bunda Maria sedang memangku bayi Yesus. Patung ini tersohor ke seantero dunia dan kerap menjadi tujuan ziarah orang Katolik.

Kompleks bangunan gereja Santa Maria sendiri cukup menarik buat wisatawan. Ia merupakan perpaduan gaya gothic, dan abad pencerahan. Jika sudah puas melihat bangunan, pengunjung bisa menikmati pemandangan perbukitan Montserrat dengan naik kereta gantung. Jika berminat, Anda sebaiknya memesan tiket secepatnya agar terhindar dari antrean panjang. Puas berjalan-jalan, kami menyempatkan diri untuk melihat-lihat suvenir khas yang dijajakan pedagang di pinggir jalan. Harganya relatif mahal. Kita bisa mendapatkan barang sejenis dengan harga lebih murah di daerah La Rambla, Kota Barcelona.

Menjelang siang, kami meninggalkan Montserrat dan menuju Oller del Mas, salah satu pabrik pengolahan anggur terkenal di Barcelona. Di kastil yang sudah berusia hampir seribu tahun tersebut, kami mempelajari cara pembuatan anggur secara modern. Sebagai pemula, kami cukup antusias. Selain cara pembuatan, Alex memberikan pengetahuan dasar mengenai cara membedakan kualitas dan usia Wine. Tentu saja sambil mencicipinya secara langsung. Ah, enak.

Tujuan wajib selanjutnya apa lagi kalau bukan Camp Nou, markas kebanggan FC Barcelona. Berdasarkan infromasi yang kami terima, pengunjung Camp Nou mencapai puncaknya pada musim panas. Agar bisa mengikuti tur museum Barcelona, pengunjung diharuskan membayar karcis sebesar 25 Euro, dan tambahan 5 Euro untuk perangkat audio yang berisi penjelasan mengenai seluruh benda yang terdapat di museum.

Museum Barcelona menggambarkan sejarah berdirinya klub tersebut, hingga torehan gemilang mereka di dunia sepakbola. Desainnya sangat modern dan didukung teknologi yang mumpuni. Kita bisa melihat dokumen, foto-foto, kaos, sepatu, bola dan benda-benda yang menjadi bagian dari perjalanan penting Barcelona. Kita bisa mendapatkan informasi lengkap melalui layar sentuh yang tersedia di koridor pertama ketika memasuki museum.

Salah satu titik yang paling menyita perhatian adalah "Pojok Lionel Messi" yang didedikasikan khusus untuk pemain hebat itu. Di sini, pengunjung bisa melihat replika sepatu emas, dan 5 Balon d'Or yang diraih pemain asal Argentina tersebut. Sesudah itu, pengunjung bisa melihat ruang ganti pemain, ruang konferensi pers, dan lorong utama yang digunakan tuan rumah dan tim tamu untuk masuk ke lapangan.


Sesampainya di pinggir lapangan, pengunjung bisa berfoto di bangku cadangan dan meneruskan perjalanan ke ruang khusus untuk media dan komentator di tribun atas. Jika sudah puas berkeliling, pengunjung bisa membeli oleh-oleh yang beragam: dari rumput stadion, topi, kaos, celana, jaket, korek api, mug sampai sepatu. Semuanya tersedia di FC Barcelona Mega Store. Anda juga bisa bersantai sejenak di cafe-cafe yang terletak di sekitar stadion

Tujuan terakhir kami adalah Sagrada Familia, karya Antoni Gaudi paling tenar di Barcelona. Kami sudah sering melihat foto dan video gereja ini di internet. Meski demikian, melihatnya secara langsung tetap saja menimbulkan rasa takjub. Detail ornamen dan relief di dinding gereja sangat rumit dan indah. Pengunjung bisa masuk ke dalam dengan membayar karcis 20 Euro. Anda bisa naik ke atas balkon dipandu seorang guide jika bersedia membayar lebih mahal.

Puas jalan-jalan, perut terasa lapar. Kami memutuskan untuk makan malam di restoran Thailand. Maklum, kangen nasi.


(ABE)