Pemerintah Mulai Serius Kembangkan Potensi Wisata Gastronomi

Elang Riki Yanuar    •    Sabtu, 01 Oct 2016 06:11 WIB
wisata
Pemerintah Mulai Serius Kembangkan Potensi Wisata Gastronomi
Jumpa pers TGDIC (Foto: dok. pribadi)

Metrotvnews.com, Jakarta: Asisten Deputi Pengembangan Destinasi Wisata Budaya Kementerian Pariwisata, Lokot Ahmad Enda mengakui bahwa Indonesia termasuk terlambat dalam mengembangkan wisata gastronomi. Padahal, negara lain seperti Thailand dan Malaysia sudah terlebih dulu mengembangkan potensi wisata ini.

"Gastronomi ini mirip seperti pengembangan wisata halal, sering dibicarakan tetapi tidak langsung dieksekusi. Namun sekarang kita akan memulai pengembangan potensi gastronomi," kata Lokot Ahmad Enda dalam keterangan tertulisnya.

Menurut Lokot, potensi gastronomi Indonesia sebenarnya sangat kaya. Ditambah lagi, setiap daerah punya ciri khas sendiri dalam sejarah hingga cara pengolahan setiap jenis makanan.

"Dengan mengembangkan gastronomi, kita akan sekaligus mengembangkan keunikan daerah. Ini akan bagus juga. Sebab hampir 60% pengeluaran wisatawan adalah untuk wisata kuliner dan belanja," katanya.

Karena itulah, pemerintah mendukung penuh acara Tourism Gastronomy Destination International Conference (TGDIC) yang akan diselenggarakan di Jakarta Convention Centre pada 14-15 November 2016. Acara ini akan menghadirkan pembicara dari dalam dan luar negeri dengan pembahasan menarik bidang destinasi pariwisata dan pariwisata gastronomi.

Beberapa pakar internasional bidang Gastronomi dan Destinasi seperti Professor Michael Hitchcock dari University of London, Professor Theodore Benetatos dari University Luzern, Switzerland dan pakar-pakar internasional lainnya akan memberikan paparan tren dunia bersama dengan pakar-pakar nasional seperti Adrian Ishak, Sisca Soewitomo, dan Rosan Roslani yang merupakan Ketua KADIN Indonesia.

"Kami berharap event ini dapat mengumpulkan para stake holder, pelaku dan praktisi dunia gastronomi nasional untuk berdiskusi bersama dan menyatukan pandangan dan memperkaya wawasan mengenai industri pariwisata gastronomi dan merencanakan langkah-langkah ke depan sesuai tren dan kebijakan pemerintah yang terkini," kata Pembantu Ketua I Bidang Akademik Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti, Chondro Suryono.

Acara yang juga didukung Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) ini rencananya dibuka oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya dan ditutup oleh Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir.


(ELG)