Kebun Bunga Amarilis di Desa Salam Jadi Magnet Wisatawan

Ahmad Mustaqim    •    Senin, 16 Oct 2017 11:00 WIB
wisata jawa tengah
Kebun Bunga Amarilis di Desa Salam Jadi Magnet Wisatawan
Hamparan kebun bungan amarilis di Gunungkidul. (Foto: Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim)

Metrotvnews.com, Gunungkidul: Kebun bunga Amarilis di Desa Salam, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta jadi salah satu tujuan wisata. Meski banyak obyek wisata alam, terbilang banyak juga wisatawan yang berkunjung ke kebun bunga yang mekar disaat-saat tertentu. 

Seorang wisatawan asal Kota Yogyakarta, Dina mengatakan berkunjung ke kebun bunga amarilis setelah pulang dari tempat wisata lain. Ia mengatakan selesai berwisata di Pantai Baron. 

"Mumpung bunganya pas mekar. Ini sekalian beli bunganya. Pengen tanam di rumah," ujarnya di Gunungkidul pada Minggu, (15/10/2017) lalu. 

Sri Desi yang juga wisatawan menuturkan memang sengaja mampir berwisata kebun bunga Amarilis. Ia mengaku hampir setiap momen bunga amarilis mekar dirinya berusaha meluangkan waktu. 

"Bunganya mekar kan waktunya tidak pasti. Ya memang sengaja ngeluangin waktu kesini," kata dia. 


(Kebun bunga Amarilis di Desa Salam, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta jadi salah satu tujuan wisata. Foto: Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim)

(Baca juga: Taman Bunga Terbesar Dibangun di Tengah Gurun Pasir)

Kebun bunga Amarilis merupakan milik warga setempat bernama Sukadi. Kebun bunga yang berada di Jalan Yogyakarta-Wonosari ini sempat mekar bulan Juli lalu. Memang tak semua wisatawan turun hingga sekitar kebun. Ada pula yang sebatas melakukan swafoto. 

Sukadi mengatakan sudah hampir sepekan bunga amarilis mekar. Ia memperkirakan seluruh bunga amarilis di atas lahan 5.000 meter persegi sudah mekar saat ini. 

Pemilik tak ingin kebunnya hancur terinjak wisatawan. Sukadi memasang garis dari tali rafia yang berfungsi sebagai batas area wisatawan menikmati bunga, termasuk berfoto. "Kami juga sediakan spot-spot tertentu yang bisa dipakai wisatawan jadi lokasi foto," ucapnya. 

Sukadi mengingatkan ke seluruh pengunjung agar bisa menjaga bunga di kebun itu. Sebab, bunga amarilis hanya mekar dengan jangka waktu sekitar dua pekan. Sebelum masuk, wisatawan hanya diharusnya bayar Rp5 ribu sebagai ganti biaya perawatan. 

Sukadi juga menyediakan bibit bunga amarilis. Ia menjual dengan harga Rp3 ribu hingga Rp5 ribu. "Sudah ratusan orang yang berkunjung ke sini. Kalau sampai hari ini kira-kira hampir seribu pengunjung," ungkapnya. 

Kebun bunga amarilis muncul dan ramai jadi perbincangan pada 2015. Banyak wisatawan yang datang dan berujung rusaknya kebun tersebut. 








(TIN)