Pernikahan Bertema Modern Favorit Orang Indonesia

Sri Yanti Nainggolan    •    Rabu, 16 Mar 2016 16:22 WIB
pernikahan
Pernikahan Bertema Modern Favorit Orang Indonesia
(Foto: Site-fusion.co.uk)

Metrotvnews.com, Jakarta: Banyak orang berpendapat, momen pernikahan hanya berlangsung sekali seumur hidup. Itulah mengapa, mayoritas pasangan tak pelit menggelontorkan dana besar demi sebuah pernikahan yang istimewa.

Bridestory, sebuah perusahaan wedding marketplace melakukan sebuah survei seputar persiapan pernikahan di Indonesia dengan melibatkan 4 ribu pengantin pria dan wanita yang berencana menikah pada 2016. Tema pernikahan yang digemari, menjadi fokus survei ini.

Hasilnya, sebanyak 37,1 persen responden memilih ruang serbaguna sebagai tempat resepsi pernikahan. 21,1 persen responden lainnya memlih ballroom hotel sebagai tempat resepsi. Area outdoor hotel juga sedang populer, dan digemari 15,9 persen pasangan.

Sementara itu, ada 9,3 persen reponden yang memilih menyelenggarakan pernikahan di restoran atau kafe, 13,2 persen sisanya memilih selain tempat yang disebutkan di atas. 

Tema modern tak pernah lekang oleh waktu. Buktinya, sebanyak 34,5 persen responden memilih tema ini. Sementara, 19,9 persen sisanya memilih tema pesta kebun.

Tema dari budaya luar seperti Eropa klasik dan pedesaan juga cukup diminati, meski masing-masing hanya mendapat presentase sekitar 7 persen. Gaya vintage juga masih digandrungi. Tercatat, ada 13,8 persen responden yang memilih tema tersebut.

Peralatan tulis dan peralatan makan menjadi suvenir yang paling diminati karena masing-masing memperoleh pilihan suara lebih dari 30 persen. Selain kedua benda itu, parfum dan makanan ringan juga menjadi tandamata yang menarik.

Pendamping pengantin atau biasa disebut braidmaid merupakan salah satu elemen yang masih menjadi perdebatan.

Sebanyak 11,7 responden merasa tidak perlu ada pendamping pengantin dalam momen pernikahan. 
Namun, sisa responden merasa sebaliknya. Satu hingga tiga pendamping dirasa cukup untuk 38,3 persen responden. Sementara, 27 persen lainnya menganggap empat hingga enam tak masalah.


(DEV)