Berapa Lama Masa Pacaran Ideal Sebelum Memutuskan Menikah?

Sri Yanti Nainggolan    •    Senin, 14 Mar 2016 11:05 WIB
romansa
Berapa Lama Masa Pacaran Ideal Sebelum Memutuskan Menikah?
(Foto: Adoramapix.com

Metrotvnews.com, Jakarta: Tidak semua pernikahan berakhir bahagia. Data pernikahan di Amerika menunjukkan, 40 hingga 50 persen pernikahan mengalami perceraian.

Helen Fisher, antropolog dan ahli perilaku manusia di Indiana University menghabiskan puluhan tahun untuk mempelajari aspek yang berbeda dari cinta. Dia mengatakan, membina masa pacaran selama dua tahun sebelum menuju pernikahan meningkatkan peluang menuju pernikahan yang bahagia seumur hidup.

"Ada sebuah penelitian terbaru yang bertanya, mengapa banyak pasangan yang sudah tinggal bersama tidak menikah. Faktanya, 67 persen responden  mengaku takut pada perceraian," kata Fisher sebagaimana dilansir Independent, Senin (14/3/2016).

Dia menambahkan, ketakutan yang dialami responden  tidak hanya menyangkut masalah hukum, keuangan dan ekonomi, tetapi juga terhadap efek perceraian secara prsikologis dan sosial.

Menariknya, ketakutan dari perceraian ini sebenarnya memberikan jalan untuk pernikahan sehat secara keseluruhan. Sebab, banyak orang berpikir bahwa pernikahan perlu persiapan matang, dan  butuh lebih banyak waktu untuk mengenal kepribadian satu sama lain sebelum mengucap janji sehidup semati. 

Dan waktu adalah satu-satunya cara untuk mengaktifkan bagian dari otak, yang secara ilmiah bertanggung jawab dalam pengambilan keputusan yang logis dan membuat perencanaan.

Salah satu bagian otak tersebut, jelas Fisher, bisa tertutup tatkala Anda pertama kali jatuh cinta pada orang baru. Hal ini seolah menjelaskan, mengapa orang yang sedang jatuh cinta kerap melakukan sesuatu yang tidak masuk akal.

Bahkan, beberapa daerah kognitif di korteks prefrontal disinyalir juga menutup daerah otak yang berhubungan dengan pengambilan keputusan dan perencanaan ke depan.

Perasaan intens cinta ini dapat menghalangi kemampuan Anda untuk berpikir logis atau rasional tentang pasangan. Menunda pernikahan untuk mengenal pribadi masing-masing satu sama lain berarti memberi kesempatan pada otak untuk menyesuaikan diri, dan mengetahui apakah si dia adalah pasangan yang tepat untuk Anda. 

"Saya pikir, proses cinta yang lambat untuk mengenal seseorang selama beberapa periode waktu yang panjang, bisa membantu otak menyesuaikan diri untuk pengambilan keputusan," kata Fisher. 

Anda juga bisa mengetahui bagaimana pasangan Anda memandang orang tua, teman, bagaimana cara pasangan mengatur keuangan, menangani masalah, dan sebagainya.

Pada akhirnya, Anda ingin mendapatkan rasa yang baik dari perilaku pasangan Anda selama situasi kehidupan nyata. Itulah mengapa, Fisher menyarankan untuk menunggu setidaknya dua tahun. 

"Saya pikir orang harus menikah ketika mereka merasa siap. Tapi dari apa yang saya teliti tentang otak, jika saya yang dihadapkan pada pilihan, saya akan menunggu setidaknya dua tahun," pungkasnya.


(DEV)