Terapi Musik Menyembuhkan Penyakit dari Dalam

Agustinus Shindu Alpito    •    Kamis, 18 Feb 2016 20:32 WIB
kesehatan
Terapi Musik Menyembuhkan Penyakit dari Dalam
(Foto: Popsugar)

Metrotvnews.com, Jakarta: Musik tak hanya memberi pengaruh terhadap suasana hati pendengarnya. Konon, musik juga bisa menyembuhkan penyakit. Profesor Tjut Nyak Deviana Daudsjah, salah satu pendiri Institut Musik Daya Indonesia menjelaskan informasi soal terapi musik.

“Enam ribu tahun lalu, orang disembuhkan dengan musik. Baru pada abad 14 dan 15, mulai berkembang medis, ilmu kedokteran Barat. Disusul berbagai penemuan instrumen pengobatan modern," papar perempuan yang pernah mengenyam pendidikan musik di Musikhochschule Freiburg, Jerman ini saat dijumpai Metrotvnews.com di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (17/2/2016).

"Di dunia akademis makin marak terapi musik karena ada obat-obatan yang diproduksi berdasarkan banyak penyakit. Ada yang tidak benar," kata Deviana, menambahkan. 

Dibutuhkan banyak terapis untuk mendukung penyembuhan penyakit lewat musik. Namun, profesi tersebut tidak boleh sembarangan. Dibutuhkan pendidikan formal untuk bisa menjadi terapis musik.

"Proses terapi musik tidak semata-mata memperdengarkan musik kepada pasien. Tetapi ada tahapan-tahapan yang harus dilalui," kata Deviana.

Perempuan yang aktif menulis komposisi musik orchestra ini kemudian membagi pengalaman mengaplikasikan terapi musik kepada temannya yang sakit.

“Teman saya di Swiss pernah sakit panas, saya suruh rebahan di sofa, saya mainkan musik yang manis-manis. Tetapi, berdasarkan musik yang dia tahu. Harus ada referensi, terapi musik sangat personal. Dianalisa asal muasal dia (pasien) dari mana. Musik yang didengarkan ketika kecil dan tumbuh dewasa. Sel-sel yang di dalam tubuh, yang diterapi, mulai ‘bangun', dibantu dengan musik. Tubuh kita 70 persen isinya air, sudah jelas nada bagus membantu penyembuhan tubuh dari dalam," urainya.

Lebih dari dua dekade Tjut Nyak Deviana Daudsjah menekuni karier sebagai pianis klasik orkestra di Eropa. Dia juga aktif sebagai akademisi dengan merancang kurikulum musik yang diakui pemerintah Jerman dan Swiss. 


(DEV)