Melukis Kembali Sayap Kupu-kupu

Kesturi Haryunani    •    Senin, 05 Oct 2015 10:49 WIB
pertamina
Melukis Kembali Sayap Kupu-kupu

Metrotvnews.com, Jakarta: Bagi sebagian orang, keberadaan kupu-kupu tidak terlalu diperhitungkan. Namun, satwa dengan sayap cantik ini memiliki peran penting dalam ekosistem sebagai penyerbuk agar alam menjadi seimbang.

"Kupu-kupu merupakan mata rantai pertama dalam ekosistem, karena menjadi sumber pakan pertama dalam mata rantai makanan. Adanya kupu-kupu akan memancing satwa lain datang sehingga meningkatkan keanekaragaman hayati," terang Direktur Yayasan Sahabat Alam Dr Herawati Soekardi.

Sebagai bagian dari tahapan metamorfosa, kupu-kupu memiliki waktu hidup dua bulan. Jika tidak dikonservasi, ragam spesies kupu-kupu asli Indonesia akan punah. Rekayasa habitat menjadi salah satu upaya untuk mempertahankan spesies kupu-kupu khas Indonesia.

Salah satu jenis kupu-kupu yang menarik yaitu kupu-kupu raja Troides Helena. Spesies ini merupakan kupu sayap burung pertama yang diidentifikasi ilmuwan, memiliki sayap hitam dengan warna kuning di bagian bawahnya. Jika beruntung, kita bisa melihat bentangan sayapnya yang lebar antara 13-17 centimeter.

Kupu-kupu khas Indonesia ini bisa ditemui di berbagai wilayah, seperti di Pulau Nias, Enggano, Jawa, Bawean, Pulau Kangean, Bali, Lombok, Natuna, dan Sulawesi. Troides Helena dilindungi dengan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa.

Jika ingin melihat dari dekat keindahan Torides Helena, Anda bisa mengunjungi Taman Kupu-kupu Gita Persada di Kawasan Hutan Raya Wan Abdul Rachman, Gunung Betung, Lampung. Di tempat ini, pegiat Yayasan Sahabat Alam yang dikomandoi Dr Herawati Soekardi memberikan tempat pendidikan, penelitian, wisata, serta konservasi kupu-kupu.

Awalnya, lokasi yang digunakan sebagai penangkaran kupu-kupu merupakan lahan kritis. Dengan semangat membara, sang ahli kupu-kupu tersebut merekayasa lahan sehingga mampu menghadirkan banyak kupu-kupu.

Berbeda dengan taman kupu-kupu daerah lain yang hanya mengumpulkan kepompong, lalu dilepas di sebuah tempat. Taman Kupu-kupu Gita Persada merupakan hasil rekayasa habitat alami, lingkungan yang benar-benar cocok untuk kehidupan kupu-kupu.

Tahapan metamorfosa kupu-kupu bisa dilihat di sana. Mulai dari telur, ulat (larva), kepompong hingga kupu-kupu. Herawati sengaja membuat rumah besar berdinding jaring sebagai tempat melihat dari dekat keanekaragaman kupu-kupu.

Pengalaman baru dan seru, pasti dirasakan setiap orang yang berkunjung ke tempat ini. Ada 177 spesies kupu-kupu, antara lain Troides Helena, Perut Merah, Limau Balak, Limau Halom, Limau Tutul, Kupu Hijau, Sirsak Biru, Sirsak Hijau, Ekor Pedang, Cacapuri, Johar Kuning, Kertas, Buntar, Daun Cokelat, Widuri, dan Kepompong Emas.

Pertamina peduli terhadap upaya Yayasan Sahabat Alam menjaga siklus hidup dan keragaman spesies kupu-kupu. Sejak 2013, Taman Kupu-kupu Gita Persada bersama PT Pertamina (Persero) telah menanam 10 ribu tananam di Hutan Raya Wan Abdul Rachman, terdiri dari 4 ribu tanaman inang konservasi kupu-kupu, 4 ribu tanaman konservasi satwa liar, dan 2 ribu tanaman penyangga.

"Tanaman kupu-kupu menjadi media penamanan pohon dengan sistem rekayasa habitat di Taman Kupu-kupu Gita Persada, sekaligus mendukung pelestarian spesies kupu-kupu langka," kata Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Wianda Pusponegoro.

Pertamina juga memberikan dukungan program pelatihan konservasi, pembuatan taman, serta alat penangkaran kupu-kupu. Program berjangka lima tahun ini dilanjutkan penanaman 10 ribu pohon sebagai upaya konservasi hutan dan habitat kupu-kupu pada 2015.

“Hal ini menjadi gambaran bahwa dalam menjalankan operasinya, Pertamina juga memperhatikan pengelolaan lingkungan baik yang dipersyaratkan, maupun melebihi yang dipersyaratkan. Khususnya dalam upaya mendukung Konservasi Keanekaragaman Hayati," kata pengelola Taman Kupu-kupu Gita Persada Dr Herawati Soekardi.
 
Rehabilitasi hutan yang cenderung monokultur, lanjut Herawati, membuat hutan menjadi kosong. Karena itu, upaya penanaman aneka ragam pohon yang didukung Pertamina telah membantu keberlanjutan kehidupan kupu-kupu.

“Rekayasa habitat telah ‘melukis’ kembali sayap kupu-kupu yang nyaris punah. Tempat ini bisa menjadi sarana edukasi keragaman hayati bagi banyak kalangan,” ujar Herawati.


(NIN)