Bakar Kalori dengan Zumba

   •    Minggu, 05 Apr 2015 08:42 WIB
kesehatandiet
Bakar Kalori dengan Zumba
Foto:MI/Immanuel Antonius

Metrotvnews.com: Ruangan berkapasitas 55 orang itu telah penuh, tapi masih banyak lagi yang ingin bergabung. Orang-orang yang tidak tertampung itu pun hanya bisa menunggu di balik pintu kaca. Sementara itu, di dalam ruangan, tubuh-tubuh bergoyang dalam iringan musik latin dan pop.

Itulah suasana sesi zumba di Fitness First, Pacific Place, Jakarta, Selasa 31 Maret. Sore itu, berdiri di depan kelas, ada Jun Ko, instruktur zumba yang juga pelopor zumba di Tanah Air. Olahraga berpadu tarian memang sudah banyak, tapi apa yang membuat zumba begitu diminati?

“Bawaannya senang terus, apalagi dengan Jun Ko yang melatihnya selalu semangat,“ aku Astrieth Budhiman, 54.
Alasan serupa juga dikatakan Atha, 27. Dengan badan yang memang sudah ramping, dia hanya ingin berolah raga mencari keringat demi menjaga kesehatan. Musik kuncinya Zumba pertama kali diciptakan oleh seorang penari dan koreografer Kolombia, Alberto Beto Perez, pada 1990-an.

Jun Ko, yang belajar langsung dari Perez ketika sedang berada di Meksiko dulu, menceritakan bahwa penciptaan zumba berawal dari ketidaksengajaan. Suatu hari, Perez lupa membawa kaset berisi musik kelas aerobik yang diajarnya. Lalu di dalam mobilnya, dia mendengar lagu-lagu salsa dan merengue.Berbekal kaset musik latin itu, dia berimprovisasi di kelas aerobik.

Nyatanya, aerobik yang diiringi musik latin itu sukses diminati di Kolombia. Ketika pindah ke Amerika Serikat pada 2001, Perez mematangkan konsep itu dengan dua temannya. Bertiga, mereka mendirikan Zumba Fitness LLC dan memberikan sertifikasi untuk instruktur zumba.

Satu sesi kelas zumba biasanya berlangsung selama sejam, dimulai dengan pemanasan yang terdiri dari langkah-langkah kecil, sedikit kardio dan toning seperti squat. Di akhir sesi, dilakukan pendinginan dengan musik yang tentunya lebih lambat.

Bukan zumba namanya kalau tidak diiringi musik yang mencakup ritme cepat dan lambat, juga latihan daya tahan. Musik yang digunakan diambil dari berbagai gaya tarian, di antaranya cumbia, salsa, merengue, mambo, flamenco, chachacha, reggaeton, samba, hip hop, tari perut, dan tango.

Tidak ada pakem khusus soal gerakan yang dilakukan pada musik-musik tertentu. Instruktur bisa saja berimprovisasi dengan gerakan yang dilakukan, tidak melulu tarian, tapi juga dari jenis olahraga lain, bahkan tinju. “Semua instruktur punya gaya masing-masing dan punya senjata lagunya sendiri,“ tukas Jun Ko.

Menurutnya, hal paling esensial dalam zumba ialah pemilihan lagu. Dalam zumba, 70% lagu latin, sedangkan 30% lagu internasional. Tidak semua gerakan cocok untuk musik-musik tertentu. “Gerakan meninju misalnya, kan tidak akan terasa enak kalau dilakukan saat musik salsa,“ contohnya.

Meski seorang instruktur zumba leluasa mengembangkan gerakannya, Jun mengingatkan ada formulasi khusus yang membuat zumba efektif sebagai sebentuk olahraga, yakni kombinasi gerakan intensitas rendah dan tinggi, dalam gaya interval lewat tarian yang membakar kalori.

Formula itu diterjemahkan melalui pemilihan lagu untuk menentukan ritme gerakan. Setelah ritme rendah, lalu cepat, rendah lagi, lalu cepat, begitu seterusnya. “Ibarat bawa mobil dalam keadaan macet, kita banyak berhenti, lalu maju cepat dan berhenti lagi, bahan bakar yang digunakan jadi banyak,“ jelas Jun Ko.

Begitu pulalah logika pengaturan ritme dalam zumba, tujuannya agar kalori yang dibakar lebih banyak.Rata-rata dalam satu sesi zumba, jumlah kalori yang dibakar mencapai 800-1.000 kalori, tentu saja bergantung seberapa serius dan tepat gerakannya.Tidak gemulai Meski identik dengan tarian, zumba jauh dari gerakan gemulai.Tarian yang dipadukan, semua dilakukan dengan tenaga dan memaksimalkan fungsi otot. Tak mengherankan jika tidak sedikit lelaki yang tertarik bergabung.

Dalam kelas zumba, Jun sering mengangkat kausnya untuk menginstruksikan murid-muridnya untuk menggunakan otot perut. Lalu dalam gerakan lain, dia menekankan pentingnya mengaktifkan otot paha, pinggang, panggul, bawah ketiak, dan lainnya. Otot itu harus dikencangkan, bukannya dikendurkan.

Zumba memadukan elemen kebugaran yang penting, mulai dari kardio, olah otot, keseimbangan, fleksibilitas, dan peningkatan energi. Hasilnya ialah manfaat bagi pernapasan, jantung, peredaran darah, juga bagi yang berniat melangsingkan dan mengencangkan otot.

Namun, jangan berharap mendapat tubuh berotot. “Harus dipadukan dengan angkat beban,“ tukas Jun.

Kini zumba dipraktikkan di lebih dari 185 negara di dunia. Di Indonesia, kelas zumba pertama hadir pada 2009 berkat Jun Ko.

Seiring waktu, zumba makin banyak variasinya. Ada zumba step yang fokus pada pembakaran kalori dan membentuk kaki, zumba aqua dalam kolam renang yang cocok untuk ibu hamil dan orang dengan cedera punggung, zumba zentao dengan penggunaan kursi, zumba gold untuk lanjut usia, bahkan zumba untuk anak dan balita. Ada 11 jenis kelas zumba yang diakui Zumba Fitness LLC.

Tertarik bakar keringat melalui olahraga di balik samaran tarian zumba? Jangan khawatir soal tarian yang belum sempurna, nikmati saja musiknya dan waktu sejam berlalu terlalu cepat ditambah keringat keluar dengan derasnya! (Media Indonesia)


(FIT)