Ketika Seorang Nenek Dobrak Standar Kecantikan Industri Mode

Sri Yanti Nainggolan    •    Selasa, 15 Mar 2016 16:17 WIB
kisah inspiratif
Ketika Seorang Nenek Dobrak Standar Kecantikan  Industri Mode
(Foto: Daily Mail)

Metrotvnews.com, Jakarta: Model pakaian renang identik dengan perempuan muda, cantik, dan seksi. Namun, seorang perempuan berusia 56 tahun bernama Nicola Griffin didapuk menjadi model di majalah Sports Illustrated Swimsuit Edition.

Sports Illustrated Swimsuit Edition, merupakan sebuah majalah yang menampilkan supermodel berpakaian minim sejak 1960-an. Usia Griffin yang lebih dari setengah abad, membuatnya menyandang predikat sebagai wanita tertua yang pernah muncul dalam majalah tersebut.

Meski memiliki ukuran 16, lebih besar dari model kebanyakan, perempuan asal Nottingham ini tetap memukau dengan rambut abu-abu. 

Debut Griffin sebagai model berawal tiga tahun lalu. Tepatnya, ketika dia bersama dua anak kembarnya, Tabitha dan Elly (21) sedang mengantre di sebuah Bank lokal. Tiba-tiba, seorang Sales Promotion Girl (SPG) produk rambut menawarinya melakukan tes dan pemotretan untuk program kampanye yang akan dilakukan perusahaan tersebut.

Pada saat itu, Griffin mengaku terkejut. "Tawaran ini datang tiba-tiba, tapi anak-anakku mengatakan, 'Ayo bu, lakukan!', jadi aku selalu menjaga rambutku dalam keadaan baik agar aku nyaman saat pergi ke studio pemotretan," ujarnya, sebagaimana dilansir Daily Mail, Selasa (15/3/2016).

Sejak saat itu, banyak tawaran mendatanginya. Salah satunya, sebuah merek pakaian dalam. Griffin juga berhasil mendapatkan kontrak dari agensi model yang berbasis di London, Milk Model Management, setelah agensi tersebut melihat fotonya di Facebook. 

Tawaran itu menjadi gerbang baginya menjadi model iklan di Sports Illustrated edisi Februari 2016.

Dalam pemotretan, Griffin memakai bikini emas yang bisa memberi kesan seksi. "Saya merasa seksi, apakah itu aneh?" ujarnya. 

Sebagai bentuk dukungan, sang anak hampir selalu mengirimkan pesan singkat yang berisi semangat, dan menggodanya agar tak lupa mencukur bulu kaki.

"Seolah-olah aku lupa," ucapnya, tertawa.

Sebelum muncul di Sports Illustrated, Griffin merasa nyaman dengan kulitnya yang tidak sempurna untuk kategori seorang model. Dia bangga dengan wajahnya yang masih orisinil di usia senja, di saat banyak wanita menggunakan botox untuk mempertahankan kecantikan diri.

Tentang rambutnya yang berwarna unik, awalnya dia mengaku selalu rutin mewarnai rambut. Namun, dia memutuskan untuk berhenti melakukan itu pada usia 42 tahun. 

Perempuan yang kerap mengakomodir perjalanan program pertukaran pelajar ini merasa telah menghabiskan banyak uang untuk perawatan itu. Padahal, dia harus membiayai dua anaknya seorang diri. 

Namun, dengan rambut aslinya yang berwarna hitam, Griffin merasa tak percaya diri. Dia merasa warna tersebut membosankan dan tidak menarik.

Griffin terpaksa sering memakai topi untuk menutupinya. Perasaan itu berlangsung selama dua tahun. Sampai suatu ketika, ada seorang teman yang memujinya, dan Griffin pun kembali mendapatkan rasa percaya diri.

Dia kemudian memotong rambutnya agar semakin terlihat indah, mengingat pekerjaan sebagai model juga menuntutnya demikian. 

"Saya pikir, wanita yang mewarnai rambut mereka terus-menerus sama saja dengan merugikan diri sendiri, karena sebenarnya mereka memiliki rambut perak yang indah," tuturnya.

Soal bentuk tubuh, Griffin tidak ambil pusing. Dia juga berpendapat, setiap wanita punya caranya sendiri untuk mendapatkan tubuh indah. Meski tidak melakukan operasi plastik, Griffin tidak menentang solusi instan untuk mempercantik diri di usia tua.

Pernah Ikut Pemotretan pada Usia 20-an

Griffin dibesarkan di keluarga Katolik yang hangat dan sederhana. Dia memiliki masa kecil yang membahagiakan dan tak terlupakan bersama seorang kakak dan dua adik perempuan. 

"Kami jarang keluar karena tak punya mobil. Namun kami selalu makan malam bersama dan mendapat hadiah saat Natal. Kami diajarkan untuk selalu menghormati siapa pun, baik polisi maupun orang tua, dan kami melakukannya," ucapnya mengenang.

Saat berusia 16 tahun, Griffin berhenti sekolah. Saat itu, gadis seusianya diberi beberapa pilihan, ingin menjadi perawat, guru, atau menikah dan memiliki anak. Namun, tak ada yang melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi. 

Masa remaja Griffin dihabiskan dengan eksplorasi pakaian, make up, serta mengagumi David Bowie dan Bryan Ferry. 

"Saya ingin menjadi salah satu dari para gadis yang dalam sampul album Roxy Music," akunya. 

Pada awal usia 20-an, Griffin menjajal dunia modeling dan terlibat dalam beberapa fashion show tingkat lokal. Dia juga melakukan pemotretan untuk produk renda Nottingham. 

Dalam hal asmara, Griffin menjalin hubungan yang cukup lama dengan ayah kedua anaknya. Namun, Griffin dan pasangannya kala itu memutuskan  berpisah saat dia berumur 43 tahun. Ini menjadi pukulan berat dalam hidupnya.

"Saya tidak bekerja, dan harus memulai dari awal. Namun jika Anda berada di situasi sulit, Anda akan merasa kuat seketika," kata Griffin, optimistis.  

Meski tak lagi bersama, Griffin tak pernah melarang kedua anaknya untuk mengabiskan waktu bersama sang ayah di akhir pekan.


Nicola Griffin bersama dua putri kembarnya, Tabitha dan Elly (Foto: Daily Mail)

Fase Hidup Tak Terduga

Griffin punya pandangan, bahwa usia bukanlah penghalang bagi seorang perempuan untuk terlihat cantik. Menurut dia, seorang perempuan bisa cantik pada usia berapa pun.

Dia mengatakan, setiap perempuan harus berani menampilkan sisi terbaiknya, dan bangga dengan dirinya sendiri. Hal tersebut yang akan membuat perempuan bersinar. 

"Pamerkan bagian dari dirimu yang terbaik, entah itu kaki, payudara, atau rambut. Hal itulah yang membuatmu bersinar," ujarnya.

Dia juga beranggapan, usia tua itu adalah ketika seseorang menginjak 80 atau 90 tahun, bukan 50 tahun.

"Pada usia ini, aku berpikir aku akan mengambil semua kesempatan yang datang," ujarnya. 

Kesempatan menjadi model tersebut pun datang di saat yang tepat, ketika Tabitha akan masuk ke universitas, dan Elly sibuk dengan keluarga barunya. 

Griffin telah berhenti mengajar tahun lalu, dan dia ingin fokus pada karier. Tawaran datang tak hanya dari produk pakaian renang, tetapi juga jenis pakaian lain, seperti gaun.


(Foto: Daily Mail)

Griffin sedang berada pada fase kehidupan yang tak terduga, yang mengubah jalan hidupnya secara keseluruhan.

"Ini adalah bab baru dalam hidupku, dan aku sangat menikmati setiap menitnya," kata Griffin penuh syukur.


(DEV)