5 Mitos tentang Kopi yang Keliru

Timi Trieska Dara    •    Kamis, 02 Oct 2014 18:05 WIB
5 Mitos tentang Kopi yang Keliru

Metrotvnews.com: National Coffee Association (NCA) Amerika Serikat memperkirakan sekitar 83 persen orang dewasa di AS minum kopi. Beberapa orang menganggap minum kopi merupakan kebiasaan buruk. Namun di bawah ini ada lima mitos tentang kopi yang mengatakan sebaliknya. Berikut ulasan yang dirilis Foxnews:

1. Kopi bersifat candu
Benar dan salah. Hal ini tergantung pada penafsiran Anda tentang "adiktif." Kopi mengandung kafein, yang merangsang sistem saraf. Meskipun mengonsumsi secara teratur dikaitkan dengan ketergantungan fisik ringan, para ahli setuju kopi tidak ada kesamaan dengan ketergantungan pada obat-obatan atau alkohol.

2. Kopi dapat membantu menurunkan berat badan
Benar. Kafein dalam kopi merangsang tingkat metabolisme sebanyak 11 persen, dan juga berfungsi sebagai penekan nafsu makan. Selain membakar kalori, minum kopi dikaitkan dengan oksidasi lemak, proses dimana tubuh memecah lemak sebagai sumber energi.

3. Terlalu banyak minum kopi dapat meningkatkan risiko kematian
Salah. Harvard School of Public Health, Boston, menemukan tidak ada korelasi antara konsumsi kopi dan peningkatan risiko kematian. Secara umum, mengonsumsi sekitar 400 mg kafein per hari dinilai aman. Rata-rata warga AS mengonsumsi 200 mg dalam 3 cangkir kopi per hari.

4. Minum kopi siang hari mengganggu tidur di malam hari
Salah. Dibutuhkan sekitar 4 hingga 5 jam bagi tubuh untuk membersihkan (flush) kafein dari kopi. Kecuali Anda sangat sensitif terhadap kafein, beberapa cangkir siang hari tidak akan mempengaruhi tidur Anda. Namun, lebih baik untuk menghindari kopi sekitar enam jam sebelum tidur.

5. Kopi membantu melawan penyakit tertentu
Benar. Penelitian menunjukkan bahwa dengan meminum sejumlah kopi setiap hari, Anda dapat memotong risiko kanker usus besar dan kanker payudara, diabetes tipe-2, alzheimer, dan parkinson. Selain itu, kopi terbukti meringankan sakit kepala, memerangi depresi, dan menurut studi Harvard terbaru, kopi dapat menurunkan risiko bunuh diri pada pria dan wanita sebanyak 50 persen.
(TTD)