Depresi Picu Serangan Jantung Lebih Besar dibanding Hipertensi

Torie Natalova    •    Kamis, 19 Jan 2017 09:12 WIB
kesehatan jantungstudi kesehatan
Depresi Picu Serangan Jantung Lebih Besar dibanding Hipertensi
Penelitian ini mengakui bahwa serangan jantung mungkin juga hasil dari gaya hidup tidak sehat seseorang dengan depresi, misalnya alkohol dan penggunaan narkoba, merokok, pola makan yang buruk dan kurang olahraga. (Foto: Highlandsfirstaid)

Metrotvnews.com, Jakarta: Penelitian terbaru dari sebuah studi di Jerman menegaskan, depresi dapat menyebabkan 15 persen dari serangan jantung. Dalam penelitian ini tercatat, 21 persen serangan jantung disebabkan oleh obesitas dan 8,4 persen disebabkan oleh tekanan darah tinggi.

Menurut World Health Organization (WHO), depresi mempengaruhi sekitar 350 juta orang di seluruh dunia. Selama 10 tahun, tim dari Technical University of Munich menganalisis data dari 3.428 pasien pria dengan usia antara 45 hingga 74 tahun.

(Baca juga: 6 Waktu yang Membahayakan Jantung Anda)

Mereka menilai dampak depresi pada jantung dibandingkan dengan empat faktor risiko yang paling umum yakni obesitas, merokok, kolesterol tinggi dan tekanan darah tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa depresi adalah akar dari 15 persen kematian.



(Cardiac arrest. Dok. Mrhealthylife)

Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan berapa banyak dari masalah ini terkait dengan faktor fisiologis seperti peningkatan hormon stres yang dapat meningkatkan pembentukan plak di arteri, kadar kortisol yang lebih tinggi dan kadar glukosa yang lebih tinggi serta peningkatan produksi radikal bebas dan asam lemak yang merusak lapisan pembuluh darah.

Penelitian ini mengakui bahwa serangan jantung mungkin juga hasil dari gaya hidup tidak sehat seseorang dengan depresi, misalnya alkohol dan penggunaan narkoba, merokok, pola makan yang buruk dan kurang olahraga.







(TIN)